Manado, Jurnal6.com – PEKAN Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Sulut 2026 berlangsung pada 29-30 Juli 2026 di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikoesoemo UNSRAT. Kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dari delapan perguruan tinggi negeri dan swasta itu ditutup Wakil Rektor I Unsrat Prof Arthur Pinaria PhD, Kamis (30/7/2026).
Pinaria juga menjabat Pelaksana Tugas Wakil Rektor III Unsrat sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Sulawesi Utara.












Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tampil dominan dan keluar sebagai juara umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Sulawesi Utara 2026. Dari 19 tangkai lomba yang dipertandingkan, kontingen Unsrat mengoleksi 32 penghargaan, terdiri atas 14 juara I, 10 juara II, lima juara III, satu harapan I, dan dua harapan II.
Empat belas gelar juara I Unsrat antara lain dipersembahkan Christy Vanesha Karunia Lontaan pada Baca Puisi Putri, Dewita Christy Ante pada Monolog, Early Juli Kristania Mamuaja pada Penulisan Cerpen, Samuel Kristiono pada Penulisan Lakon, Brenda Imanuella Soputan pada Desain Poster, Gracio De Angelo Saul pada Lukis, Nabil Hamba Illahi pada Komik Strip, serta Dinozoff Messi Immanuel Loho pada Fotografi.
Gelar tertinggi lainnya diraih tim Tari Fakultas Ilmu Budaya dan Vokal Grup Fakultas Pertanian. Dari cabang musik, Unsrat menjadi juara I melalui Abygail Sharen Aurora Cantabile Poeloe pada Seriosa Putri, Akwila Tripena Pasiak pada Keroncong Putri, Aditya Jendri Bangonang pada Pop Putra, serta Gloretha Beatrice Henoch pada Pop Putri.
Di posisi kedua, Universitas Klabat mengumpulkan 15 penghargaan. Satu-satunya gelar juara I kontingen tersebut diraih Vison Hingkila pada Dangdut Putra.
Universitas Negeri Manado menempati posisi ketiga dengan delapan penghargaan, termasuk dua juara I melalui Festival Hanayori Ginamedia Koraag pada Penulisan Puisi dan Richy Yohanes Fredreik pada Seriosa Putra.
Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado meraih enam penghargaan, disusul Institut Agama Islam Negeri Manado dengan tiga penghargaan, Universitas Katolik De La Salle Manado dengan dua penghargaan, serta Institut Teknologi Minaesa dan Universitas Muhammadiyah Manado yang masing-masing meraih satu penghargaan.
Peksimida Sulut 2026 dibuka Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie MEng IPU ASEAN Eng, Rabu (29/7/2026). Dalam sambutannya, Sompie menegaskan Peksimida bukan semata-mata kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat karakter dan persaudaraan, serta merawat kekayaan budaya bangsa.
“Setiap penampilan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai ajang untuk meraih prestasi tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada seni budaya dan almamater,” ujar Sompie.
Pada acara penutupan, Prof Arthur Pinaria menyampaikan apresiasi kepada peserta, dewan juri, panitia, perguruan tinggi, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Semangat kolaborasi yang terjalin selama pelaksanaan PEKSIMIDA menjadi modal penting untuk terus membangun dan mengembangkan kegiatan seni mahasiswa di Sulawesi Utara pada masa mendatang,” tegas Pinaria.
Dengan berakhirnya PEKSIMIDA Sulawesi Utara Tahun 2026, diharapkan semangat berkesenian di kalangan mahasiswa semakin tumbuh dan berkembang. Para juara yang telah terpilih juga diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal untuk mewakili Sulawesi Utara pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Jember, Jawa Timur, pada September mendatang. (*lla/rm)


Tinggalkan Balasan