Sangihe, jurnal6.com
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan mewarnai peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-27 dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan jalan sehat bersama yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, organisasi wanita, dan tenaga kesehatan digelar di Tahuna, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama jajaran fasilitas pelayanan kesehatan tersebut mengambil titik start di Pelabuhan Tua Tahuna, Kelurahan Sawang Bendar, dan berakhir di GOR Manente, Kecamatan Tahuna.
Jalan sehat ini mengusung tema HUT DWP ke-27, yakni “Dharma Wanita Persatuan Perempuan Berkarakter dan Inspiratif Menuju Indonesia Emas 2045”, serta tema HKN ke-62, “Sehat untuk Semua”.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi wanita Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, mengatakan kegiatan jalan sehat tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKN yang telah dimulai sejak akhir Oktober 2026.
Menurutnya, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi dosen, tenaga pengajar, dan mahasiswa di Politeknik Negeri Nusa Utara.
Rangkaian peringatan HKN juga diisi dengan berbagai perlombaan, seperti HKN Idol dan line dance, serta kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang dijadwalkan berlangsung sebelum puncak peringatan HKN pada 12 November 2026.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh tenaga kesehatan,” ujar Pasandaran.
Ia menjelaskan, program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan, khususnya untuk meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit menular maupun tidak menular, seperti TBC, HIV, hipertensi, diabetes, hingga kanker.
Karena itu, Pasandaran mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
“Jangan menunggu sampai sakit baru memeriksakan diri. Pemeriksaan kesehatan sejak dini sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pasandaran mengakui bahwa kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau masyarakat. Terlebih, sebagian besar masyarakat memiliki aktivitas pekerjaan sebagai petani, pekebun, pedagang, dan nelayan yang terkadang menyulitkan mereka mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
Sebagai upaya mengatasi kendala tersebut, Dinas Kesehatan tengah menyiapkan inovasi pelayanan jemput bola melalui pelaksanaan CKG di pasar-pasar yang direncanakan mulai awal Januari 2027.
Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan kelompok tani dan nelayan melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Melalui pelayanan langsung ke pusat aktivitas masyarakat, kami berharap akses pemeriksaan kesehatan semakin mudah dan dapat menjangkau masyarakat usia produktif yang selama ini sulit mengikuti pelayanan di fasilitas kesehatan,” jelasnya. (Ady)


Tinggalkan Balasan