Sangihe, jurnal6.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah potensi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME. mengatakan asap kebakaran mengandung partikel berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga infeksi dan gangguan saluran pernapasan.
“Paparan asap kebakaran juga dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki penyakit tertentu, seperti asma serta gangguan paru-paru dan jantung,” ujar Pasandaran, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, dampak paparan asap perlu mendapat perhatian serius, khususnya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Pasandaran mengimbau masyarakat menghindari pembakaran sampah, hutan, maupun lahan, terutama selama musim kemarau. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi asap.
“Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah saat udara berasap, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau masker setara yang sesuai dengan ukuran wajah,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela ketika asap pekat agar paparan asap di dalam rumah dapat dikurangi. Warga juga perlu memastikan kebutuhan air putih yang aman tetap terpenuhi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga kebersihan lingkungan dan tempat penampungan air untuk mencegah penyakit.
Pasandaran turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap. Warga yang mengalami batuk berat, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan mengajak pemerintah kampung dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga untuk berperan aktif mencegah kebakaran dan melindungi masyarakat yang rentan terhadap dampak asap.
“Pencegahan kebakaran berarti melindungi kesehatan dan menyelamatkan kehidupan. Mari kita jaga diri, lindungi keluarga, dan pelihara alam Sangihe yang kita cintai,” ajaknya.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pencegahan kebakaran dan dampaknya bagi kesehatan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman. (Ady)


Tinggalkan Balasan