oleh

Gelar Kegiatan Reses di Desa Kaima, MJP Terima Segudang Aspirasi

Jurnal6 Minut – Kegiatan reses anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) diakhir tahun 2019  dilaksanakan di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara Kamis, 5/12- 2019).

Sekitar 191 warga masyarakat yang berasal dari desa Kaima, Treman, Karegesan, Kaasar, Kawiley dan sekitarnya menghadiri undangan reses oleh Politisi PSI ini sekaligus dirangkaikan dengan pengobatan gratis bagi masyarakat yang datang.

Sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat untuk mendapat perhatian DPRD untuk diperjuangkan kepada pemerintah.

Diantaranya soal transparansi penerima beras raskin, yang diusulkan bapak Ampel Rotty dimana masih ada penerima raskin yang sebenarnya bukan yang berhak menerima.serta perlunya stiker untuk rumah-rumah penerima Raskin.

Sementara terkait penerima jatah beras miskin (Raskin),warga setempat mengeluhkan  sudah hampir 6 bulan ini belum menerima karena ketika melakukan penggesekan kartu raskin, nominal pengambilan tidak keluar dari mesin raskin. Selain itu ada pertanyaan terkait data penerima bantuan pemerintah apa bisa diubah di lokal desa jika misalnya ada yang berhak menerima tapi tidak menerima.

Sementara Bernadus Dumanauw selaku Hukumtua Desa Treman mempertanyakan terkait pelayanan BPJS di Rumah Sakit Lembean, dimana ada warga yang sakit ketika di rawat di RS jika menggunakan layanan BPJS maka hanya boleh dirawat inap selama 4 hari.

“ Jika lebih dari itu maka pengobatan akan dihentikan dan pasien wajib melakukan daftar ulang dari awal.” keluhnya. S

Selain persoalan BPJS, ada juga persoalan Jalan penghubung Desa Treman- Lansot- Lilang yang sudah dua tahun belum mendapat perhatian dari pemerintah, selama ini perawatan menggunakan PAD, padahal menurut warga saat musrembang sudah disampaikan apakah untuk perbaikan jalan akan menggunakan dana APBD atau seperti apa, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya.

Begitu juga Jalan kompleks pemukiman (Kapleng) membutuhkan bantuan Hotmix. Untuk Pariwisata Saat ini desa Treman membutuhkan lokasi cagar budaya untuk mengumpulkan waruga-waruga, serta perbaikan akses jalan menuju puncak toyapu yang bisa dijadikan destinasi pariwisata.

Di bidang pertanian  Hermanus Dendeng yang juga Mantan Hukum Tua Desa Kaima berharap bantuan pertanian agar dapat tepat sasaran dan dapat diberikan secara lengkap mencakup bibit, pupuk, modal awal pengelolaan, perawatan serta alat. Termasuk kenaikan harga kopra yang butuh perhatian khusus pemerintah yang disampaikan Bapak Agus Rooroh warga Kaasar.

Sementara bidang pendidikan  masyarakat Treman meminta perhatian khusus pemerintah  terkait pemeliharaan Tugu Wajib Belajar yang merupakan aset Nasional.

Disisi lain Fenny Katuuk, Ketua BPD Desa Treman berharap dapat diperjuangkan untuk kegiatan pelatihan dan bantuan ekonomi kerakyatan bagi ibu-ibu, serta ketersediaan pasar untuk menjual hasil ekonomi kerakyatan tersebut bahkan usulan adanya  pelakasanaan medical check up untuk deteksi dini penyakit bagi masyarakat pedesaan.

Di bidang tenaga kerja  Bapak Jhonny Karamoy yang juga Hukumtua Desa Karegesan menyampaikan aspirasi terkait tenaga kerja lokal di perusahaan yang ada di desa Karegesan,

“Kami berharap perusahaan yang ada di desa Karegesan harusnya bisa memprioritaskan para pekerja lokal demi peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan desa.

Menanggapi banyaknya aspirasi maupun masukan masyarakat dalam reses yang dilaksanakan oleh anggota komisi 4 ini , MJP berkomitmen membawa aspirasi ini ke gedung DPRD, memperjuangkan dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat luas.*(stem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed