oleh

Nelayan Filipina Masuk Perairan Indonesia, Kepergok Curi Ikan di Seputaran Rakit Sangihe

Sangihe, Jurnal6
Perairan Indonesia kembali jadi ‘surga’ nelayan luar negeri. Terbukti, pasca Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti ‘dilengserkan’, nelayan luar negeri rame-rame memasuki perairan Indonesia. Produksi ikan nelayan Indonesia pun terancam turun.

Sabtu (16/11/2019) akhir pekan lalu, Kapal Pengawas Perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dinahkodai Aldy Firmansyah, berhasil mengamankan 1 Kapal Perikanan Asing (KPA) asal Filipina. Penangkapan tersebut dilakukan lantaran kapal ini melakukan kegiatan illegal fishing di perairan Indonesia. 

Kapal nelayan Filipina yang berhasil ditangkap KKP Indonesia.(foto: ist)

Hal ini dibenarkan Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Rio Medea melalui Tim Penyidik, Sutrisno Kumaat kepada sejumlah wartawan, Senin (18/11/2019) kemarin.

“Perlu kita sampaikan kepada rekan-rekan wartawan sekalian, pihak PSDKP Tahuna melalui Kapal Hiu 15 yang dinahkodai Kapten Aldy Firmansyah, telah mengamankan satu kapal beserta tiga awak kapal asal Filipina, karena telah melakukan kegiatan ilegal fishing di perairan laut Indonesia,” kata Kumaat.

Dikatakannya, penangkapan ini juga didasari oleh tidak adanya dokumen-dokumen yang lengkap, serta para ABK kapal tak memiliki Paspor.

“Kapal tersebut melakukan penangkapan ikan di Indonesia, tanpa memiliki dokumen-dokumen resmi dari pihak Indonesia. Sehingga kapal ini telah melanggar Pasal 93 Ayat 2 Junto 27 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Aldy Firmansyah dikonfirmasi terkait kronlogis penangkapan kapal perikanan milik nelayan asal Filipina menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan didalam kapal, ditemukan 5 Ikan Tuna ukuran jumbo. Serta dimintai kelengkapan dokumen kapal dan pasport, para awak kapal tidak dapat menunjukkannya. Sehingga mereka pun digiring Kapal Hiu milik PSDKP ke Kabupaten Kepulauan Sangihe tepatnya di Pelabuhan Tua Tahuna.

“Saat pemeriksaan terbukti di dalam pamboat ada 5 ikan tuna seberat 250 kg dan alat tangkap ikan sebanyak 14 unit. Adapun ketiga ABK-nya berasal dari Ginsen Kalumpang Filipina. Mereka sudah beroperasi di laut Indonesia selama tiga hari. Dan menangkap ikan di sekitaran rakit warga Indonesia,” kata Aldy.

Disinggung apakah para ABK melakukan perlawanan saat dilakukan pemeriksaan oleh para awak Kapal Hiu 15, Kapten Aldy menegaskan, para ABK dinilai kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Sehingga pemeriksaan berjalan aman dan lancar.

“Saat kita lakukan pemeriksaan pada hari Sabtu (16/112019) tepatnya sekitar pukul 11.00 Wita, para awak kapal pamboat milik Filipina tersebut kita nilai kooperatif. Tidak ada perlawanan saat dilakukan pemeriksaan,” tegasnya. (Ady)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed