Manado, Jurnal6.com – RANGKAIAN kegiatan seperti jalan sehat bersama, senam line dance, serta rangkaian kompetisi olahraga seperti pertandingan tenis meja, lomba tarik tambang, hingga ajang bakat menyanyi FPIK Idol mewarnai rangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis ke-61 yang dipusatkan di halaman gedung fakultas, Kota Manado, Jumat (21/8/2026).
Perayaan tahun ini difokuskan sebagai momentum penguatan riset kelautan dan perluasan kerja sama strategis di kawasan Indonesia Timur. Pembukaan perayaan ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Wakil Rektor 4 Unsrat, Ir Steenie Edward Wallah, MSc, PhD, yang hadir mewakili Plt Rektor Unsrat, Prof Jamaluddin Jompa.












Prosesi tersebut didampingi langsung oleh Dekan FPIK Unsrat, Dr Ir Ockstan Jurike Kalesaran, MSc, bersama jajaran Dekan fakultas lainnya di lingkungan universitas. Dies Natalis ke-61 ini mengusung tema “FPIK Berdampak, Berinovasi, dan Berkolaborasi Membangun Negeri”.
Pihak rektorat menegaskan bahwa tema tersebut merupakan manifestasi nyata dari komitmen fakultas dalam menyukseskan visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang berorientasi pada kemanfaatan publik secara luas.
“Melalui momentum Dies Natalis ke-61 ini, kami mengajak seluruh civitas akademika untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memantapkan komitmen pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Sinergi ini krusial demi mewujudkan visi FPIK yang inovatif dan berdampak bagi kemajuan Unsrat ke depan,” ujar Steenie Edward Wallah saat menyampaikan sambutan.
Sementara itu Dekan FPIK Unsrat menjabarkan tiga pilar strategis yang menjadi fokus pengembangan institusi ke depan, yaitu; Dampak Tridharma dengan mengarahkan hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar memberikan solusi konkret atas persoalan sektor kelautan dan perikanan nasional, Inovasi Berbasis Riset dengan memacu kuantitas dan kualitas penelitian ilmiah mutakhir sebagai karakteristik utama keunggulan pendidikan tinggi dan Kolaborasi Multisektor dengan memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi strategis, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Manajemen FPIK Unsrat juga mengidentifikasi salah satu tantangan besar ke depan, yakni optimalisasi dan pengembangan pemanfaatan Marine Field Station (Stasiun Lapangan Kelautan) Unsrat yang berada di Likupang, Minahasa Utara.
Infrastruktur riset ini diproyeksikan menjadi pusat keunggulan melalui kerja sama lintas lembaga, termasuk keterlibatan aktif dalam Konsorsium Kelautan Indonesia Timur. “Dalam kebersamaan pasti akan membuat kita semua maju bersama menuju FPIK yang terus lebih baik lagi,” kata Kalesaran. (*lla/rm)


Tinggalkan Balasan