Sangihe, jurnal6.com
Jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menerima bantuan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan meningkat signifikan pada 2026. Jika tahun sebelumnya hanya tiga sekolah, tahun ini jumlah penerima bantuan bertambah menjadi 35 sekolah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid Pembinaan SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Chorleins Yansen Yacob Samahati, ST, Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan, dari total 35 sekolah penerima bantuan, sebanyak 24 sekolah saat ini telah melaksanakan kegiatan revitalisasi. Sementara itu, 11 sekolah lainnya masih menunggu penyelesaian dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak sekolah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Program revitalisasi ini merupakan salah satu program prioritas kementerian yang diberikan dalam bentuk rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah. Kami bersyukur karena pada tahun ini jumlah sekolah penerima bantuan di Kabupaten Kepulauan Sangihe meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Menurut Chorleins, pihaknya melaksanakan monitoring terhadap 24 sekolah yang telah memulai pekerjaan revitalisasi. Monitoring tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terkait besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah, ia menjelaskan bahwa pagu bantuan bervariasi, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan dan sarana prasarana sekolah.
Penilaian tingkat kerusakan mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang selanjutnya dinilai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan rehabilitasi sekaligus besaran anggaran yang dialokasikan untuk setiap sekolah.
“Besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah berbeda, tergantung tingkat kerusakannya. Penilaian dilakukan oleh pihak kementerian berdasarkan data dan hasil perhitungan kerusakan, sehingga kebutuhan anggaran setiap sekolah dapat ditentukan,” jelasnya.
Chorleins juga mengungkapkan bahwa program revitalisasi SD tahun 2026 menjangkau wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Terdapat dua sekolah di wilayah kepulauan yang masuk dalam program tersebut, masing-masing satu sekolah di Kecamatan Tatoareng dan satu sekolah di Kecamatan Nusa Tabukan.
Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi ini dapat membantu memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik bagi peserta didik di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Ady)


Tinggalkan Balasan