oleh

Satu Tenaga Medis RSUD Walanda Maramis Airmadidi Positif Covid-19, Layanan IGD dan IRDO Dihentikan

-Minut-14 views

MINUT, JURNAL6
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Rawat Darurat Obstetri (IRDO) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ditutup sementara. Terjangkitnya salah satu tenaga medis di RSUD itu jadi penyebab. Warga Minut pun harus mencari rumah sakit lain jika membutuhkan layanan di IGD atau IRDO.

Penutupan sementara dua bagian di rumah sakit milik pemerintah ini, dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 melalui tenaga medis. Pasalnya, semua tenaga medis di RSUD Walanda Maramis diisolasi karena dianggap ada kontak erat berisiko tinggi dengan tenaga medis yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

“Salah satu tenaga medis terkonfirmasi positif Covid-19, maka seluruh tenaga medis, para dokter dan perawat yang kontak erat, diisolasi dan tidak boleh melakukan pelayanan kepada masyarakat,” jelas dr Harley Sompotan, Kepala Dinas Kesehatan Minut, Selasa (26/5/2020).

Penutupan dua layanan medis ini sudah dilakukan sejak Senin (25/5/2020). Sterilisasi harus dilakukan untuk mencegah penularan dari sejumlah pasien yang sementara dirawat di rumah sakit tersebut.

“Kami melakukan sterilisasi ruangan dan menata kembali tenaga medis. jadi untuk sementara ditutup. Karena ada tenaga-tenaga kesehatan yang harus diisolasi. Hal tersebut tentunya berdampak pada pelayanan. Jadi, kami tutup sementara untuk kebaikan dan keamanan bersama,” tandas dr Sandra Roti, Direktur RSUD Walanda Maramis. 
 Diungkapkan dr Sandra, tertularnya tenaga medis dengan Covid-19, disebabkan ketidakjujuran pasien yang berobat di rumah sakit tersebut.
 “Sejak awal screeningnya bagus, tapi ada yang sembunyi-sembunyi. Saat kami sementara lakukan pengobatan, tiba-tiba pasien ini sesak nafas. Kalau dari awal kami tahu pasiennya PDP kami akan lakukan penanganan yang berbeda,“ ungkapnya.

Dikatakan dr Sandra, kalau warga menghargai profesi medis, seharusnya jujur memberikan keterangan terkait penyakit yang diidapnya saat memeriksakan diri di Puskesmas ataupun di tempat-tempat praktek, sehingga riwayat penyakitnya bisa ditelusuri.

“Tidak perlu ditutup-tutupi agar pelayanannya bisa objektif dan orang lain tidak tertular,” tukas dr Sandra.

Dia meminta masyarakat untuk tidak takut dengan virus Corona. Yang penting jaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, lakukan anjuran pemerintah, pakai masker, cuci tangan dan sosial distancing. Disamping itu, dia mengimbau masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan untuk sementara ke RS Hermana Lembean atau rumah sakit lainnya untuk sementara waktu.

“Kami akan berusaha secepatnya untuk membuka pelayanan kembali, untuk itu kami akan menggelar rapat,mengatur tenaga medis dan berkoordinasi dengan provinsi karena banyak petugas kita yang harus diisolasi. Secepatnya kami berusaha tangani ini sehingga pelayanan bisa normal kembali,” imbuhnya.
Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD MWM berjumlah 7 orang positif dan PDP 5 orang.(Paul Wo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed