Manado, Jurnal6.com – PUNCAK perayaan Dies Natalis Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi ke 62 memaknai sebagai momentum evaluasi dan refleksi untuk pencapaian yang lebih baik di masa mendatang. Dilakukan pada Kamis 24/9/2026, diharapkan pertambahan usia ini juga menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan ke depan.
Plt Rektor Unsrat yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Prof Ir Steenie E Wallah, MSc, PhD,mengungkapkan kemajuan bukan hanya diukur dari seberapa besar pencapaian tetapi dampak yang mampu dihasilkan.
“Dies Natalis ke-62 merupakan momentum untuk melakukan refleksi. Di mana kita berada saat ini, tantangan apa yang kita hadapi, dan ke mana Fakultas Teknik akan kita bawa ke depan,” ujarnya dalam sambutan.
Menurut dia, kemajuan Fakultas Teknik tidak semata-mata diukur dari seberapa besar fakultas tersebut berkembang. Lebih dari itu, kualitas dan dampak yang dihasilkan menjadi ukuran penting.
“Bukan hanya seberapa besar fakultas ini, tetapi seberapa baik kualitasnya dan seberapa besar dampak yang dihasilkannya,” katanya.
Dia pun mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Teknik menjadikan Dies Natalis sebagai momentum untuk terus bergerak dan bertumbuh. Bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga menghadirkan dampak yang nyata bagi masyarakat.
“Dari menghasilkan karya menjadi menghasilkan dampak, dan dari sekadar mengikuti perubahan menjadi ikut menentukan arah perubahan,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unsrat, Prof Dr Eng Ir Liany A Hendratta, MSi, mengatakan, peringatan Dies Natalis ke-62 harus menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan fakultas secara lebih kritis.
Menurutnya, selain mengenang capaian masa lalu, Fakultas Teknik perlu menjawab sejumlah pertanyaan penting terkait posisinya saat ini dan arah pengembangannya ke depan. “Di mana posisi Fakultas Teknik saat ini? Apa yang telah kita capai? Apa yang harus diperbaiki? Dan Fakultas Teknik seperti apa yang kita hadirkan untuk masa depan?” ungkapnya.
Mengusung tema “Sustainable and Human-centered Engineering for Livable, Transformative, and Ecologically Resilient Environments”, Dies Natalis ke-62 menjadi refleksi terhadap arah pengembangan Fakultas Teknik dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.
Tema tersebut menegaskan pentingnya pengembangan rekayasa yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memperhatikan manusia, keberlanjutan lingkungan, serta terciptanya ruang hidup yang layak dan tangguh menghadapi perubahan.
Karena itu, Liany mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Dies Natalis bukan hanya sebagai perayaan tahunan. “Dies Natalis ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai titik refleksi, titik evaluasi dan titik kebangkitan untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Rangkaian puncak Dies Natalis ke-62 Fakultas Teknik Unsrat juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan secara daring melalui Zoom oleh Kepala BMKG Republik Indonesia, Prof Ir Teuku Faizal Fathani, PhD. Orasi ilmiah tersebut mengangkat tema
“Membangun Indonesia Tangguh: Informasi Iklim sebagai Fondasi Rekayasa Berkelanjutan dan Pembangunan Masa Depan. “Dalam kebersamaan dan penghayatan yang teguh sebagai satu kesatuan, Fakultas Teknik Unsrat pasti akan lebih baik di masa depan serta mampu menjawab tantangan jaman saat ini,” pungkasnya. (Jrl*)


Tinggalkan Balasan