Sangihe, jurnal6.com

Kepolisian Sektor (Polsek) Tahuna mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi musim kemarau yang melanda wilayah Kecamatan Tahuna dan sekitarnya.

Kapolsek Tahuna IPTU Chergli Sarite, S.Pd., mengatakan, langkah pencegahan perlu dilakukan bersama dengan melibatkan masyarakat. Untuk itu, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Tahuna terus melakukan sambang warga sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat semak belukar maupun lahan menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Jadi kami memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan terus memberikan imbauan terkait cuaca ekstrem yang terjadi saat ini serta dampak dari cuaca ekstrem itu sendiri,” ujar Sarite, Jumat (28/8/2026)

Ia menambahkan, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api.

“Dengan pendekatan humanis yang dilakukan para personel Bhabinkamtibmas di lapangan, kami berharap kesadaran masyarakat dapat semakin meningkat sehingga potensi karhutla dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Selain mengantisipasi karhutla, Polsek Tahuna juga terus memantau kondisi kekeringan dan ketersediaan air bersih di wilayah hukumnya.

Sarite mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya baru menerima informasi terkait penurunan debit air di Kelurahan Dumuhung. Sementara untuk wilayah kelurahan lainnya belum ada laporan.

“Kalau saat ini informasi yang kami terima, di Kelurahan Dumuhung debit airnya mulai menurun. Untuk kelurahan lainnya belum ada keluhan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan pendistribusian bantuan kepada masyarakat maupun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sarite mengatakan hingga saat ini belum dilakukan karena kondisi masih dianggap aman.

“Untuk saat ini belum ada distribusi bantuan air dan masih aman,” pungkasnya.(Ady)