Sangihe, jurnal6.com

Kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe berdampak pada produksi sejumlah komoditas pangan, terutama tanaman semusim yang bergantung pada ketersediaan air. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kepulauan Sangihe untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kepulauan Sangihe, Marthin Pudihang, Selasa (20/10/2026), mengatakan bahwa kondisi iklim yang berlangsung saat ini turut memengaruhi debit air dan produksi tanaman pangan tertentu. Bahkan, sejumlah tanaman semusim dilaporkan mengalami gagal panen akibat kekurangan air.

“Dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan ini, produksi beberapa komoditas pangan tentu mengalami pengaruh. Apalagi kita berada di daerah kepulauan dengan luas daratan yang terbatas, sehingga sampai saat ini masih sangat membutuhkan pasokan bahan pangan dari luar daerah,” ungkap Pudihang.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan beras sebagai salah satu kebutuhan pangan utama masyarakat masih dalam kondisi aman. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, stok beras di gudang Perum Bulog masih cukup banyak, baik beras jenis medium maupun premium.

Untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap ketersediaan pangan, Dinas Ketahanan Pangan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait, khususnya Dinas Pertanian, guna mendorong penanaman komoditas pangan dan hortikultura yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam komoditas strategis, salah satunya cabai yang memiliki pengaruh terhadap inflasi.

“Kami memanfaatkan lahan milik salah satu staf di Kelurahan Pananekeng untuk ditanami cabai. Komoditas ini menjadi perhatian karena harganya dapat memengaruhi inflasi. Tanaman tersebut sudah beberapa kali dipanen dan hasilnya akan dibawa untuk dijual pada kegiatan Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Pudihang menambahkan, hasil panen cabai tersebut akan dipasarkan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dijadwalkan berlangsung Rabu (21/10/2026) di Gelanggang Olahraga (GOR) Membara, Kelurahan Manente, Tahuna.

Menurutnya, kegiatan Gerakan Pangan Murah tetap dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaannya direncanakan dua kali dalam seminggu, dengan tetap menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Kegiatan pada 21 Oktober tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serentak secara nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober.

Terkait komoditas yang akan disediakan, Pudihang mengatakan pihaknya melibatkan sejumlah vendor dan pelaku usaha pangan, termasuk Perum Bulog, untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar yang berlaku.

“Komoditas yang disiapkan antara lain beras, gula, telur, serta bahan pangan lainnya yang disediakan oleh masing-masing vendor. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” pungkasnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap ketersediaan bahan pangan tetap terjaga di tengah kondisi kemarau berkepanjangan, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. (Ady)