Manado, Jurnal6.com – SMK Negeri 6 Manado memperingati Hari Ulang Tahun ke-17 sekaligus meresmikan Technopark Publik Mini di aula sekolah, Rabu (02/9/2026).

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Jahya P. Rondonuwu, M.Si, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.












Peresmian dilakukan oleh Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Join Entiman, S.S.
Dalam sambutannya, Kabid menyampaikan apresiasi atas usia ke-17 SMKN 6 Manado.
“Angka 17 menandakan kedewasaan dalam berpikir, bertindak, dan bekerja. Ini harus menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMK Negeri 6 Manado,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan arahan Gubernur Sulawesi Utara agar SMK tidak hanya mencetak lulusan kompeten, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, melanjutkan pendidikan, serta bekerja di dunia industri dan dunia usaha (Dudi).

“Anak-anak harus dibekali skill dan keterpaduan keahlian. Tidak cukup hanya menguasai satu konsentrasi. Skill itu modal utama untuk bersaing di dunia usaha dan industri,” tegasnya.
Join Entiman juga menyoroti hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA). Siswa di Sulawesi Utara berada di peringkat 34 dari 34 provinsi.
“70 persen kualitas siswa ditentukan oleh kualitas guru. Karena itu Dinas terus melakukan terobosan peningkatan kompetensi guru bersama Balai GTK Kementerian. Ada banyak peluang belajar ke luar negeri seperti Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea. Jangan menunggu, jemput bola,” ajaknya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Try Out TKA pada Jumat lalu akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat kesiapan siswa menghadapi TKA.
Kepala SMKN 6 Manado, Altje Salele, S.Pd, M.Pd, mengatakan Technopark ditetapkan sebagai ikon sekolah.
“Hari ini kami menetapkan Technopark sebagai ikon SMKN 6. Ini hasil kerja keras bapak ibu guru dalam membimbing dan melatih,” ujarnya.
Altje menjelaskan, SMKN 6 telah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory di mata pelajaran produktif maupun umum dengan konsep kolaborasi berbasis industri.
“Jangan sampai SMK terasa seperti SMA. SMK harus punya inovasi dan benar-benar merasakan suasana industri. Technopark adalah kumpulan inovasi dan pembelajaran Teaching Factory yang bisa disaksikan di sini,” jelasnya.
Salah satu kebanggaan sekolah adalah Program Keahlian Asisten Laboratorium Medik. Jurusan ini hanya ada 2 di Indonesia dan satu-satunya di Sulawesi Utara.
“Itulah alasan kami membangun Technopark. Kami ingin menunjukkan bahwa SMKN 6 bukan rasa SMA, tetapi benar-benar rasa industri,” lanjutnya.
Ia juga bersyukur SMKN 6 terpilih sebagai salah satu dari 31 SMK di Indonesia penerima bantuan laboratorium dari Bappenas tahun 2024. Untuk Sulut ada 6 sekolah.
“Sejak Agustus 2023 kami membangun lab untuk 7 jurusan. Saat ini kami punya 837 siswa. Sekitar 300 siswa melaksanakan pembelajaran di industri, salah satunya magang di RS Siloam,” ungkapnya.
Visi sekolah ke depan menyiapkan lulusan yang mampu berwirausaha, melanjutkan pendidikan, dan bekerja di industri.
“Jurusan Perkantoran dan Akuntansi misalnya, sudah mulai memproduksi produk UMKM,” tutupnya.
Turut hadir juga kegiatan ini Dinas Pemberdayaan ASN, Camat, Lurah, Kepala Lingkungan, siswa, serta seluruh keluarga besar SMKN 6 Manado dan tamu undangan lainnya. (Pri)


Tinggalkan Balasan