Sangihe, jurnal6.com
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, secara resmi meluncurkan Kios Pangan Awu yang dirangkaikan dengan kegiatan Operasi Pasar, Senin (27/7/2026), di Pasar Towo’e, Tahuna. Kehadiran kios tersebut menjadi bentuk sinergi Pemerintah Kabupaten Sangihe dan Perum Bulog Cabang Tahuna dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Peluncuran tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten II Setda Kabupaten Kepulauan Sangihe, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat penerima bantuan.
Kepala Perum Bulog Cabang Tahuna, Asrul Tallamma, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembentukan Kios Pangan Awu merupakan implementasi sinergi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 mengenai penugasan kepada Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan pokok.

Menurutnya, keberadaan Kios Pangan Awu tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan. Berawal dari koordinasi dan komunikasi yang intensif, usulan penyediaan kios tersebut mendapat respons positif hingga akhirnya dapat direalisasikan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga program ini dapat terwujud,” ujar Asrul.
Ia juga memastikan kesiapan Bulog dalam menjamin ketersediaan stok pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, stok beras yang tersedia di gudang mencapai 103 ton, ditambah pasokan sebanyak 600 ton yang sedang dalam perjalanan dari Sulawesi Tenggara dan 150 ton dari Bitung. Selain itu, Bulog juga memiliki stok minyak goreng sebanyak 27 ribu liter serta gula sebanyak 22 ton.
Asrul menjelaskan, nama Kios Pangan Awu dipilih karena memiliki makna filosofis yang erat dengan identitas masyarakat Sangihe. Layaknya Gunung Awu yang berdiri kokoh, kios tersebut diharapkan menjadi pilar dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Michael Thungari mengatakan peluncuran Kios Pangan Awu merupakan bentuk nyata sinergi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog Cabang Tahuna dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar memastikan tersedianya bahan makanan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok mereka dapat dipenuhi setiap saat. Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati juga mengakui bahwa sebagai daerah kepulauan yang memiliki 25 pulau berpenghuni, Sangihe menghadapi tantangan besar dalam menjaga distribusi dan ketersediaan pangan. Kondisi cuaca laut yang tidak menentu, gangguan pelayaran, hingga bencana longsor dan banjir menjadi kendala yang memengaruhi distribusi logistik ke sejumlah wilayah.
“Oleh karena itu, menjaga ketersediaan stok pangan saat ini bukan hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama yang terdampak bencana, tetap dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” kata Bupati.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, TNI-Polri, para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang terus bersinergi menjaga kelancaran distribusi pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Michael Thungari juga berpesan agar keberadaan Kios Pangan Awu tidak mengganggu iklim usaha para pedagang di Pasar Towo’e.
“Saya menitipkan kepada Bulog agar harga yang dijual tetap sejalan dengan harga pasar sehingga tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Selain itu, pasokan harus selalu tersedia. Jangan sampai kios sudah ada, tetapi barangnya tidak tersedia,” tegasnya.
Bupati berharap seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID terus memperkuat koordinasi, melakukan pemantauan harga secara rutin, mengidentifikasi potensi gangguan distribusi sejak dini, serta menyiapkan langkah antisipatif, terutama dalam menghadapi kondisi pascabencana yang membutuhkan respons cepat dan terukur.
Dengan beroperasinya Kios Pangan Awu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih efektif melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Perum Bulog. (Ady)


Tinggalkan Balasan