oleh

Miris, Anggaran Rp2 Miliar untuk TPP Nakes Minsel Digeser Jadi Proyek Fisik Akhir Tahun? Pemerintahan FDW Banjir Kecaman

-Sangihe-776 views

Amurang, Jurnal6.com

Tingkat kepercayaaan warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terhadap komitmen ‘perubahan’ pemerintahan Franky Donny Wongkar (FDW) terus merosot. Banyaknya kebijakan pemerintah yang dinilai hanya mementingkan elit dan tidak pro rakyat, jadi penyebab.

Teranyar, sorotan masyarakat Minsel kembali menyasar pemerintahan FDW. Itu disebabkan “hilangnya” anggaran untuk membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tenaga kesehatan (nakes) Minsel dari pos anggaran.

Tak tanggung-tanggung, informasi yang diterima, anggaran yang “lenyap” itu sebesar Rp2 miliar lebih. Akibat hilangnya dana TPP dari pos anggaran, TPP seluruh pegawai di Dinas Kesehatan tak bisa dibayarkan jelang hari raya.

Tidak bisa dibayarkannya TPP Nakes Minsel itu diperkuat dengan Surat Pemberitahuan Nomor: 091/6170/DINKES/XI/2022. Surat yang ditandatangani oleh Kepala Dinkes Minsel ini ditujukan kepada Direktur RSUD Amurang dan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Minsel.

Anggaran untuk membayar TPP Nakes Minsel itu, kata sumber, diduga kuat digeser untuk membiayai proyek fisik akhir tahun.

Kebijakan pemerintahan FDW yang dinilai merugikan tenaga kesehatan Minsel ini menuai banyak kecaman. Salah satunya datang dari anggota DPRD Minsel, Jaclyn Ivana Koloay.

“Sangat tidak adil jika anggaran untuk menunjang kesejahteraan tenaga kesehatan dialihkan untuk proyek fisik,” tegas Jaclyn Koloay, saat dihubungi wartawan ini, Sabtu (3/12/2022).

Dikatakan Jaclyn Koloay, anggaran untuk membayar TPP Nakes Minsel sudah ditata dalam APBD. Jadi, kata dia, seharusnya anggaran itu tidak jadi masalah.

“Bagaimanapun caranya, pemerintah harus bayar TPP tenaga kesehatan Minsel. Sebab, setahu saya, anggaran sebesar 2 miliar rupiah lebih sudah dianggarkan dalam APBD Minsel. Kalau saat ini anggaran itu sudah tidak ada, berarti patut ditelusuri dan cari siapa yang bertanggungjawab,” papar Jaclyn Koloay.

Kecaman lain juga datang dari warga yang peduli terhadap nasib Nakes Minsel.

“Pemerintah jangan egois. Perhatikanlah nasib warga kecil. ASN saja bisa jadi sperti ini apalagi hanya seperti kami, warga biasa,” kata Deimy Bella, warga Motoling Barat.(rul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed