oleh

Pelaku Bom Kartasura Mengaku Didoktrin Bos ISIS Abu Bakar Al Baghdadi Lewat Facebook

Foto terbaru pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi setelah 5 tahun tak pernah tampil.

Jurnal6
Pelaku bom bunuh diri di pos penjagaan polisi di Kartasura, ternyata beberapa kali berhubungan dengan bos Islamic State Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakar Al Baghdadi. Komunikasi itu dilakukan melalui jaringan media sosial, Facebook. Hal itu terungkap saat RA alias Rofik Asharuddin diperiksa di Polda Jawa Tengah.

Seperti dijelaskan Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, hasil investigasi mengungkap bahwa pelaku berkomunikasi dengan pimpinan ISIS sejak 2018 silam. Bahkan, pelaku telah dibaiat sesudah diberi doktrin kekerasan yang biasa dilakukan ISIS.

“Pelaku sejak 2018 aktif komunikasi melalui medsos dan internet. Berkomunikasi denganan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. 2018 akhir berbaiat kepada Baghdadi,” ungkap Dahniel, Rabu (5/6/2019).

Dari komunikasi itulah pelaku mendapatkan pelajaran soal cara merakit bom sendiri. Untuk mempraktekkannya, pelaku membuat petasan. “Kemudian diajarkan cara membuat bahan peledak. Diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya, membuat mercon dibagi ke anak anak, latihan di belakang rumah yang ada sawah. Akhirnya buat bom seperti yang digunakan dua hari lalu,” papar Dahniel.

Setelah terpapar ajaran ISIS, pelaku berupaya mempengaruhi anggota keluarganya untuk bergabung. Sayang, ajakan itu ditolak anggota keluarganya. RA kemudian melakukan aksi seorang diri dengan anggapan aksinya adalah tindakan amaliyah seperti yang diajarkan ISIS.

Perakitan bom telah dilakukan sejak 2018 lalu. Karena tidak cukup uang, RA membeli bahan-bahannya secara cicil. Uang itu hasil pemberian orang tuanya. “Dia minta uang sama ibunya. Hanya dari ibunya. Beli alat dicicil sejak 2018, beli elektronik, bahan kimia untuk jadi black powder, kemarin casingnya panci, kalau panci ada di rumah. Dia meledakkan manual. Orangtua sudah ingatkan agar tidak buat-buat mercon, tahunya mercon besar,” jelasnya.

Masih menurut pengakuan tersangka, bom bunuh diri itu sasarannya adalah polisi. Oleh sebab itu, saat mau meledakkan diri dengan bom rakitan, pelaku mencari pos polisi. Beruntung, polisi yang piket di pos jaga pada Senin (3/6/2019) lalu, selamat.

Diberitakan sebelumnya, serangan bom bunuh diri kembali guncang Indonesia. Kali ini yang jadi sasaran adalah Pos Polisi (Pospol) Kartasura, Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Beruntung, dalam serangan yang dilakukan sekira pukul 22.30 WIB itu, tidak ada polisi yang jadi korban.

Usai bunyi ledakan yang cukup keras menghentak, petugas dan warga menemukan sesosok tubuh tergeletak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kondisi kritis. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Ketika diselidiki, korban itu ternyata terduga bom bunuh diri. “Tadi sekira pukul 22.30 WIB terjadi ledakan di depan pos pantau lalu lintas di simpang tiga tugu Kartasura ini. Satu orang menjadi korban. Bahan bakar peledak terdapat di bagian tangan, pinggang dan kaki korban,” ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Polisi pun bergerak cepat. Pada Selasa (4/6/2019), petugas kepolisian menggeledah rumah pelaku. Pada penggeledagan itu ditemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan serangan bom bunuh diri. “Dari hasil penggeledahan, memang menemukan barang-barang yang ada kaitannya dengan kejadian di TKP,” ungkap Dahniel usai penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, Selasa (4/6) seperti dikutip di laman Antara.(jrl/dtk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed