Sangihe, jurnal6.com
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan komitmennya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam menyediakan data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan penandatanganan komitmen bersama yang digelar di ruang serbaguna Rumah Jabatan Bupati, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe itu dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, melalui prosesi pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati Michael Thungari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wakil Ketua DPRD, serta Ketua Badan Adat Sangihe. Penandatanganan itu menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus tersebut memiliki arti penting karena akan menghasilkan data yang menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan, investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Thungari.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang berkualitas.
“Hari ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Bupati juga memberikan pesan khusus kepada seluruh petugas BPS yang nantinya akan melakukan pendataan di lapangan. Ia meminta agar proses wawancara dilakukan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, mengingat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang beragam.
“Saya meminta kepada Kepala BPS Sangihe beserta seluruh jajaran agar lebih humanis ketika mewawancarai masyarakat. Tidak semua masyarakat berada dalam kondisi ekonomi yang baik maupun situasi yang sama,” ujarnya.
Selain itu, Thungari meminta para camat agar turut mengawal pelaksanaan pendataan di wilayah masing-masing dengan membangun koordinasi bersama pemerintah kampung dan kelurahan untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi petugas di lapangan.
“Jika diperlukan, dapat melibatkan RT maupun kepala lingkungan untuk melakukan pendampingan selama proses pendataan berlangsung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali, baik usaha berskala besar maupun kecil.
“Selama masyarakat melakukan kegiatan usaha, maka akan kami data. Harapan kami, pelaksanaan sensus ini dapat berjalan dengan baik dan kami memohon bantuan serta kerja sama seluruh masyarakat agar dapat menerima petugas BPS dengan baik,” kata Eko.
Ia menambahkan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas pendata.
Melalui dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, serta partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan mampu menghasilkan data statistik yang berkualitas sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. (Ady)


Tinggalkan Balasan