Sangihe, jurnal6.com

Fenomena El Nino yang saat ini melanda wilayah Indonesia masih berada pada intensitas sangat kuat dan diprediksi berlanjut hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola cuaca, termasuk menurunkan curah hujan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepala BMKG Naha Kepulauan Sangihe, Astrid Yesica Lasut, S.Tr., M.Si., mengatakan berdasarkan pemantauan dan analisis BMKG, kondisi El Nino diperkirakan masih bertahan hingga Januari bahkan Februari 2027. Setelah itu, intensitasnya diprediksi mulai menurun pada Maret dan berangsur kembali menuju kondisi normal.

“Untuk kondisi El Nino sampai saat ini masih dalam intensitas sangat kuat. Bahkan kami prediksikan masih sampai dengan awal Januari, awal Februari 2027. Kemudian nanti bulan Maret baru menurun sampai kembali ke kondisi normal,” ujar Astrid, Rabu (2/9/2026)

Ia menjelaskan, kondisi tersebut turut berdampak terhadap peluang terjadinya hujan di wilayah Sangihe. Berdasarkan prediksi BMKG, hingga dasarian satu Oktober 2026 atau minggu awal Oktober peluang hujan masih berada dalam kategori rendah.

Curah hujan diperkirakan berada pada kisaran rendah, dengan potensi akumulasi sekitar 0 hingga 50 milimeter per bulan. Sementara itu, BMKG masih terus melakukan analisis terhadap awal musim hujan yang diperkirakan berpotensi mengalami kemunduran dari kondisi normal.

“Untuk prediksi kemarau ini bahkan sampai dengan dasarian I Oktober atau minggu awal Oktober itu masih peluang hujannya dalam kategori rendah. Artinya 0 hingga paling tingginya mungkin 50 milimeter per bulan,” jelasnya.

Astrid menambahkan, pengaruh El Nino dengan intensitas sangat kuat tidak hanya dirasakan di Sangihe, tetapi juga berpotensi memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari 2027. Dampaknya berupa penurunan curah hujan yang cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.

Padahal, secara klimatologis, periode Desember, Januari, dan Februari umumnya merupakan bagian dari musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, awal musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah dan dalam kondisi El Nino saat ini, musim hujan berpotensi datang lebih lambat.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung juga meningkatkan risiko kekeringan, baik terhadap lahan maupun kawasan hutan, serta berpotensi menyebabkan kelangkaan air bersih di sejumlah wilayah.

Karena itu, BMKG Sangihe mengimbau masyarakat Kepulauan Sangihe untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami dari BMKG secara khusus untuk di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau agar masyarakat dilarang keras membakar sampah dalam periode ini,” tegas Astrid.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan yang kering selama periode kemarau dapat membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat diharapkan lebih bijak, jangan membuang puntung rokok atau melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran,” pungkasnya. (Ady)