Sangihe,jurnal6.com
Ketua Panitia Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-19 Sulawesi Utara 2026, Ferdinand Mangumbahang, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus atas dukungan sehingga Kejurprov U-19 memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sulut dapat digelar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.












Ferdinand mengatakan, pelaksanaan Kejurprov U-19 di Sangihe menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bola voli sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung pertandingan antartim dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
“Tentunya kita bersyukur karena hari ini pembukaan Kejurprov U-19 se-Sulut untuk memperebutkan Piala Bergilir Gubernur bisa terlaksana dengan baik. Kami memanjatkan puji syukur kepada Tuhan,” ujar Ferdinand.
Menurutnya, Sangihe dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki fasilitas olahraga, khususnya GOR Membara Manente, yang dinilai sangat memadai untuk menggelar kejuaraan tingkat provinsi.
Selain itu, pelaksanaan Kejurprov di Sangihe diharapkan memberikan kesempatan kepada tim-tim dari luar daerah untuk merasakan atmosfer pertandingan di daerah kepulauan.
“Selama ini tim-tim dari Sangihe yang harus ke Manado, Minahasa maupun Bitung. Sekali-sekali tim dari luar yang datang ke sini,” katanya.
Ferdinand menambahkan, panitia berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta selama berada di Sangihe. Fasilitas yang disiapkan antara lain pengurangan tiket, tempat tinggal atau mess bagi tim, serta transportasi berupa bus untuk menjemput dan mengantar tim yang akan bertanding.
“Kami berusaha melaksanakan kegiatan ini seprofesional mungkin sehingga meninggalkan kesan yang baik, khususnya bagi masyarakat Sangihe dalam melayani tim-tim tamu,” ujarnya.
Terkait persiapan pelaksanaan kejuaraan, Ferdinand mengatakan panitia langsung bergerak setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepanitiaan. Meskipun sebagian panitia memiliki aktivitas di luar daerah, komunikasi dan koordinasi tetap berjalan dengan baik.
“Sejak kami mendapatkan SK, kami langsung action. Teman-teman yang ada di sini juga luar biasa. Walaupun kadang kami harus berada di Manado atau Jakarta, komunikasi tetap terjalin dengan baik sehingga pembukaan bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Kejurprov Bola Voli U-19 Sulut 2026 diikuti sebanyak 26 tim, terdiri dari 14 tim putra dan 12 tim putri. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp65 juta, dengan masing-masing Rp32,5 juta untuk kategori putra dan Rp32,5 juta untuk kategori putri.
Ferdinand berharap pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung lancar hingga pertandingan final dan penutupan.
Lebih jauh, Ferdinand menilai tingginya minat generasi muda Sangihe terhadap olahraga bola voli perlu diikuti dengan penyelenggaraan berbagai kompetisi secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan GOR Membara yang representatif harus dimanfaatkan PBVSI Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk menghadirkan berbagai kejuaraan, termasuk kelompok umur sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
“Ini menjadi tantangan bagi PBVSI Kabupaten Sangihe bagaimana meramu sebuah event kejuaraan. Sebelum Kejurprov, kita harus membuat Kejurda dengan kelompok-kelompok umur, baru kemudian menuju Kejurnas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembinaan atlet muda melalui penyelenggaraan turnamen bola voli tingkat SMA/SMU di Sangihe secara rutin.
“Saya pribadi akan mensponsori setiap tahun pertandingan voli tingkat SMA/SMU, sekitar akhir Juni sampai Juli, dengan biaya sendiri. Ini supaya merangsang atlet-atlet untuk lebih giat berlatih dan lebih semangat lagi,” katanya.
Ferdinand menilai Sangihe memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet bola voli berkualitas. Ia menyebut sejumlah atlet asal Sangihe yang telah mampu bersaing di tingkat nasional sebagai bukti bahwa daerah kepulauan tersebut memiliki talenta yang tidak kalah dengan daerah lain.
Menurutnya, potensi fisik atlet Sangihe juga menjadi salah satu keunggulan yang harus dikembangkan melalui pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan.
Sebagai Ketua Bidang Promosi PBVSI Sulawesi Utara sekaligus putra daerah Sangihe, Ferdinand berkomitmen mendorong lebih banyak event bola voli digelar di Sangihe.
“Kami akan membuat event-event seperti ini di Sangihe. Tahun depan kita lihat kelompok umur apa lagi yang bisa dibuat. Atau mungkin open tournament dengan mendatangkan pemain-pemain Proliga untuk menghibur masyarakat Sangihe,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Ferdinand juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas perangkat pertandingan, khususnya wasit di Sangihe.
Ia mengatakan, kehadiran wasit berpengalaman dalam Kejurprov U-19 diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi wasit lokal untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Kenapa kita adakan Kejurprov di sini? Kami panggil wasit internasional supaya wasit-wasit di sini bisa belajar lebih banyak. Harapan saya semakin banyak wasit yang mengambil sertifikasi dari Sangihe,” katanya.
Ferdinand juga menyoroti persoalan biaya wasit yang dinilai cukup membebani penyelenggara pertandingan di tingkat lokal.
Ia bahkan menyatakan kesediaannya membantu menghadirkan wasit dari tingkat provinsi dengan biaya yang lebih terjangkau untuk mendukung penyelenggaraan event-event olahraga di Sangihe.
“Kalau tidak ada event, mereka juga tidak ada pekerjaan. Karena itu bagaimana kita menciptakan event, supaya atlet bisa bermain dan wasit juga memiliki kesempatan untuk bekerja,” pungkasnya.(Ady)


Tinggalkan Balasan