oleh

Satnarkoba Polres Sangihe Amankan Pengedar 500 Butir Trihexyphenidyl

-Sangihe-67 views

Sangihe, Jurnal6
Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kepulauan Sangihe, berhasil menangkap pelaku pengedar obat-obatan keras jenis Trihexyphenidyl. Tersangka memanfaatkan jasa pengiriman online untuk membeli obat tersebut. 

Tersangka berinisial AA, asal Desa Petta Timur Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) Kabupaten Kepulauan Sangihe, telah diincar Satuan Narkoba Polres Sangihe sejak Senin (16/08/2021).

STA GINOSKO

Informasi soal tersangka diperoleh dari Balai POM Kota Manado. 
Hal ini dibenarkan Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK melalui Kasat Narkoba, Iptu Juknais Katiandagho SE saat dikonfirmasi diruang-kerjanya Selasa (17/8/2021). 
“Benar kami telah mengamankan 500 butir Trihexyphenidyl dengan dua buah HP Android,” kata Juknais Katiandagho.

Kronologinya, pada Hari Senin (16/08/2021) sekitar pukul 16.00 Wita, Polres Sangihe menerima informasi dari Balai POM Kota Manado bahwa akan tiba paket pengiriman obat Trihexyphenidyl dari jasa pengiriman online.

“Setelah mendapatkan data-data serta informasi yang jelas dan akurat, kami melakukan pengintaian dan proses penyelidikan. Mulai hari Selasa hingga Senin. Pada hari Selasa pukul 10.30 Wita kami langsung mendatangi jasa pengiriman online itu,” terang Katiandagho. 

Setibanya di jasa pengiriman online, Sat Narkoba Polres Sangihe menemukan paket pengiriman yang dimaksud.

Namun terduga tersangka tidak ada di tempat, dan langsung melacak keberadaan terduga tersangka melalui alamat yang tertulis di paket tersebut. 

“Terduga tersangka berada di Desa Petta Timur. Kami langsung menuju alamat terduga tersangka, dan dia ada di tempat. Selanjutnya pihak Sat Narkoba melakukan interogasi dan barang tersebut diakuinya,” jelasnya.

“Ternyata pemesanan dari jasa pengiriman online ini sudah dilakukan tiga kali oleh tersangka. Tapi kenapa baru sekarang ketahuan, karena di dua pengiriman sebelumnya tersangka tidak memesan obat Trihexyphenidyl, namun jenis obat keras lainnya,” pungkas Kasat. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-undang Kesehatan 197 Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(Ady)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed