oleh

Turlap Pansus LKPJ, Rocky Wowor Kagum Keberhasilan Jefry Tuwaidan Petani Cabe Asal Minut Yang Memiliki Omset Setengah Miliar

Jurnal 6 Minut – Agenda turun lapangan Pansus LKPJ Gubernur Kamis (29/4/21) menyambangi areal pertanian tanaman cabe milik Jefry Tuwaidan di Desa Lembean Kecamatan Kauditan.

Lahan seluas kurang lebih 1 hektar ini ternyata mampu menghasilkan panen 10 ton cabe dengan keuntungan ratusan juta rupiah

STA GINOSKO

Ketua pansus Rocky Wowor di lokasi lahan yang ditanami ribuan tanaman cabe ini terlihat kagum atas kesuksesan Tuwaidan sebagai petani bahkan bisa dijadikan contoh untuk petani di Sulawesi Utara.

” Ini sangat bagus cara pengelolaannya, lahannya digarap dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Saya berharap instansi terkait Dinas Pertanian terus memotivasi para petani di Sulawesi Utara serta membantu apa yang menjadi kebutuhan mereka agar bisa sukses seperti pak Tuwaidan , ” ujar ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut ini.

Terpisah Jefry Tuwaidan mengungkapkan, usaha pengolahan lahan tanaman cabe telah dijalaninya sejak 12 tahun lalu.

“Awalnya saya melakukan usaha pertanian tanaman cabe ini sejak 12 tahun lalu dengan modal Rp.12 juta dan pernah mendapatkan keuntungan hingga Rp. 100 juta.” ujar Tuwaidan.

Ia juga mengakui peluang petani tanaman cabe saat ini sangat men janjikan dalam membantu ekonomi keluarga apalagi didukung harga pasaran yang semakin baik.

” Dalam jangka waktu tiga bulan di musim panen lahan ini bisa menghasilkan 10 ton cabe dengan harga jual Rp.50 ribu per kilo untuk cabe rawit dan cabe Kriting Rp. 25 ribu. Kita hitung saja pendapatan dari hasil tanaman tersebut kira-kira diatas Rp.500 juta dengan modal Rp. 120 juta untuk lahan 1 hektar ini. ” terangnya.

Ia menambahkan keberhasilan usaha tanaman cabe yang digeluti sejak lama tak lepas dari peran Dinas Pertanian Sulut dan Kabupaten Minahasa Utara yang banyak memberi pembinaan, motivasi maupun bantuan bibit maupun penunjang lainnya sehingga bisa berhasil bahkan bahkan dari usahanya tersebut sudah mampu memenuhi permintaan luar daerah seperti Ternate dan lain-lain.

” Saya berharap ada kolaborasi antara petani dan pemerintah maupun stakeholer yang ada, apalagi didukung DPRD Sulut yang bisa mendorong agar program ini berjalan dengan baik. ” harap Tuwaidan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Ir. Novly Wowiling didampingi Sekretaris Dinas Titov B Manoi mengatakan, pihaknya terus mendorong petani melalui pendampingan petugas apalagi harga pasaran cabe saat ini sangat bagus.

” Program kerja Dinas Pertanian Sulut saat ini salah satunya adalah mengangkat komoditas cabe, artinya lewat pendampingan dinas dengan harga yang bagus saat ini ditambah kunjungan DPRD Sulut yang bisa melihat serta mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan di tingkat petani untuk kemudian didorong melalui kebijakan alokasi anggaran yang pada akhirnya petani ini akan lebih kuat lagi kedepan. Apalagi sudah terbangun kesadaran DPRD melalui tim Pansus bahwa pertanian penting apalagi di era Pandemi ini, ” ujar Wowiling. (stem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed