oleh

Gelar Agenda RDP, Tuuk Minta Perhatian Distanak Sulut Untuk Petani Bolmong

Jurnal6 Manado – Komisi II DPRD Sulut bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Rabu (19/8/20) menggelar agenda Rapat dengar Pendapat (RDP) guna evaluasi program kegiatan kegiatan yang telah dilaksanakan pada Tahun 2019 dan Anggaran Induk Tahun 2020 maupun rencana perubahan APBD tahun 2020 termasuk program anggaran tahun 2021.

Anggota komisi II Jems Tuuk meminta perhatian Distanak untuk  petani di wilayah Bolaang Mongondow  terkait program bantuan guna meningkatkan produksi pertanian.

Wilayah Bolmong menurut politisi PDIP merupakan daerah sentra pertanian Sulut khususnya tanaman padi.

“ Kelompok petani Bolmong merupakan kelompok petani terbaik dan mereka butuh bantuan. Saya berharap Distanak bisa merealisasikan bantuan untuk kelompok tani disana, “ ujar legislator Dapil Bolmong Raya ini.

Selain itu politisi PDIP ini meminta Distanak dapat memberikan data kelompok peternak yang berhasil mengembangkan usaha di Sulut.

Disisi lain ketua komisi II Cindy Wurangian dalam salah satu kesimpulan agenda RDP tersebut berharap komitmen bersama yang sudah disepakati untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi kemitraan antara komisi II dan Distanak Sulut dalam wujud penyaluran bantuan dapat terus terjalin dengan baik.

”Siapapun yang menerima itu kami percaya telah melalui tahapan-tahapan proses verifikasi, dan yang menerima akan menjadi kelompok yang layak.” harap Politisi Golkar ini.

Ditambahkannya, dalam rangka penyaluran bantuan tidak ada salahnya melibatkan para anggota komisi II sesuai daerah pemilihan masing-masing.

“ Selama beberapa tahun terakhir ini sudah tidak pernah dilakukan dan melibatkan anggota dewan misalnya di Bolmong ada Pak Jems Tuuk, Ibu Syeny Kalangi dan Pak Alfian Bara, begitupun di Bitung ada saya dan Pak Nick Lomban, Minahasa ada Ibu Ingried  serta di Manado ada pak  Christo Lumentut.Paling tidak dikoordinasikan dan bersama-sama menyalurkan ke kelompok petani atau peternak, “ ujar Wurangian.

“ Itulah Kemitraan agar supaya dirasakan masyarakat dan kita betul-betul memperjuangkan bukan berarti bantuan itu adalah bantuan pribadi , namun dari Pemerintah yang diperjuangkan oleh anggota-anggota dewan yang mewakili mereka.” tandas Wurangian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut diwakili Sekretaris Dinas Titov Manoi menjelaskan program anggaran tahun 2021 termasuk bantuan kepada petani dan peternak sebesar 15 milyar.

“Terkait program kegiatan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk tahun anggaran 2020 yakni sebesar 15 milyar dimana untuk  8 milyar bantuan ke masyarakat termasuk kelompok tani dan peternak, sedangkan 5,6 milyar untuk honor THL dan sisanya diperuntukan untuk kegiatan operasional kantor dan lain-lain, “ jelas Titov.

Dijelaskannya terkait data kelompok tani penerima bantuan dana merupakan program pemerintah Kabupaten melalui Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) yang merupakan dana hibah.

 “Program IPDMIP tersebut langsung ke kabupaten dan saat ini hanya dua kabupaten yang melaksanakan program tersebut yakni Bolmong dan Minsel. Provinsi hanya menyiapkan benih, membina dan mendampingi kegiatan dalam hal ini hal dilakukan oleh PPL. “ tandas Manoi.

Dirinya juga  memberi apresiasi atas masukan kritik dan saran yang disampaikan pimpinan dan anggota komisi II khususnya penyaluran bantuan kepada petani dan peternak tarkait koordinasi kemitraan yang nantinya akan dilakukan bersama-sama pimpinan dan anggota komisi II.(stem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed