Gaghana Cs “Terbang” ke Philipina

0
54

Jalin Kerjasama di Bidang Perikanan, Pertanian dan Ekonomi

Sangihe, Jurnal6
Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Ezar Gaghana, melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke Philipina. Kunker akan berlangsung selama tiga hari, terhitung Senin Tanggal 31 Oktober 2019 hingga Rabu Tanggal 2 Oktober 2019. Bersama Gaghana, ikut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kedatangan Bupati dan rombongan, disambut Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Davao. Diketahui, Davao terletak di Pulau Mindanau, merupakan kota industri yang dimiliki Philipina, sehingga terjalin hubungan sosial dengan warga Sangihe. Itu dapat dilihat dari 10 ribuan warga Indonesia yang menetap di sejumlah wilayah Philipina.

Konjen KBRI Davao, Dicky Fabrian menyatakan bahwa saat ini sudah keturunan ketiga warga Indonesia yang menetap di Philipina. Walaupun dari jumlah keselurahan warga indonesia yang menetap sudah memilih menjadi Warga Negara Philipina, seperempatnya tetap WNI dan setengahnya lagi masih belum jelas statusnya.

“Kami sudah menugaskan pihak imigrasi untuk melakukan pendataan, dan saya dengan Bupati akan bertemu langsung dengan mereka di General Santos untuk menyelesaikan masalah ini, dan meminta dukungan ketika program Sister City dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ditambahkannya, jumlah Warga Indonesia yang sudah menjadi warga negara Philipina sekitar 2.600 jiwa. Yang tetap menjadi warga Negara Indonesia 2.763 jiwa, selebihnya masih mengambang dalam menentukan sikap. Di tempat yang sama, Jabes Ezar Gaghana menyatakan kunjungan Pemerintah Daerah ke Davao dan General Santos Philipina didasari oleh surat dinas dari Konsulat Jenderal RI Davao City nlNomor 622/PK/7/2019/01 perihal peluang bisnis dan kerjasama Sister City, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan General Santos City tanggal 16 Juli 2019. Hasil pertemuan Pemerintah Daerah dan Konjen RI pada tanggal 25 Juli 2019 di Manado.

Pemerintah berkeyakinan kunjungan kerja ini dapat bermanfaat dan berdampak baik bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki posisi strategis di kawasan Pasifik Indonesia. “Kita dukung bersama dari sektor perikanan pariwisata pertanian dan ekonomi kreatif, perlu beberapa komunikasi di beberapa bidang melihat sejarah warga Sangihe yang sudah menetap di Philipina dan jika Sister City ini sukses maka diyakini taraf ekonomi kedua negara akan ada perubahan,khususnya bagi Sangihe,” urainya.

Lanjutnya, akan ada beberapa pertemuan yang dilaksanakan baik dengan pihak pemerintah maupun pengusaha Philipina yang akan didampingi Komjen RI di Davao agar suksesnya program yang berdampak positif bagi warga perbatasan nantinya.”Ada beberapa kerjasama yang akan terjalin dan saat ini Komjen dan pemerintah daerah sedang memperjuangkan Kapal Pelni dapat menyinggahi Sangihe ketika akan menuju Philipina ataupun sebaliknya,” pungkas Gaghana.(Ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here