oleh

Disinggung Soal Pelantikan Bupati Talaud, James Tuuk Ungkap Musuh Besar Gubernur Olly Dondokambey

Jurnal6 Manado – Politisi PDIP Julius James Tuuk menanggapi persoalan terkait belum dilantiknya Bupati Kabupaten Talaud terpilih Elly Lasut (E2L) dan Mohtar Parapaga  harus ditempatkan sesuai porsi aturan yang berlaku.

Menurut legislator Sulut dari Fraksi PDIP ini, ada kesan seolah-olah belum dilantiknya pasangan  Elly Lasut  dan Mohtar Parapaga sengaja diulur bahkan dituding kental dengan intrik politik  dan menyalahkan  Gubernur Olly Dondokambey.

“Saya tidak terlalu memikirkan itu karena yang saya tahu Pak Olly Dondokambey  orangnya taat dengan aturan. Kalau sampai hari ini Pak Elly Lasut belum di lantik pasti ada sesuatu yang terkait dengan aturan dan itu sementara di kaji supaya tidak ada yang salah nantinya, jadi menurut saya biarlah semuanya berproses sesuai dengan aturan,” tegas legislator Dapil Bolmong  Raya saat bersua dengan wartawan (Selasa 30/7-2019).

Namun dirinya justru mengungkap satu rahasia yangmerupakan musuh besar Pemerintahan Olly Dondokambey  – Steven Kandow (ODSK) selama perode pemerintahan saat ini.

“ Bahkan saat ini sebagian orang beranggapan musuh terbesar Olly Dondokambey adalah lawan lawan politiknya, Tapi bukan itu musuh besar pak Olly Dondokambey namun musuh besar beliau di Sulawesi Utara ini adalah  kemiskinan,” ujar Tuuk yang dikenal sangat  loyalis sebagai kader PDIP Sulut .

Karena masalah tersebut merupakan musuh besar pemerintahan Olly Dondokambey Steven Kandouw, sehingga  membuat keduanya  jarang tidur untuk memikirkan cara membasmi musuh besar tersebut.

“Gubernur Olly Dondokambey  bolak balik Jakarta maupun luar negeri untuk membasmi musuh besar ini,” ungkap anggota DPRD Sulut Terhebat 4 kali pilihan Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut ini.

Tuuk pun mengungkap salah satu bukti pemerintahan OD SK ngotot untuk membasmi kemiskinan di Sulut adalah meningkatnya  turis asing khususnya dari negara China masuk ke Sulut.

“Waktu lalu saya reses di Pesisir pantai yang berada Bolmong, warga pun sempat membuat pernyataan bahwa dulu harga 1 Kg ikan Batu dijual 15 ribu rupiah namun hari ini harga jualnya adalah 30-35 ribu rupiah per 1 Kg itu karena semakin banyak turis China yang datang perputaran ekonomi masyarakat meningkat,”tukas Tuuk.

“Jadi kalau ada orang berpikir bahwa OD SK punya musuh secara politik, yang saya tahu musuh besar OD SK adalah selesaikan kemiskinan di Sulut, bukan persoalan politik yang jadi gonjang  ganjing  belakangan ini. Sebagai anak buah Pak Olly di parlemen beserta seluruh ASN yang di komandani oleh Sekprov Edwin Silangen sampai saat ini kami berjibaku dengan musuh besar itu. Untuk bagaimana rakyat Sulut menjadi sejahtera menuju Indonesia raya,” tegas JT sapaan akrabnya. (stem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed