oleh

Operasi Knalpot Bising dan Sajam, Polisi Sita 11 Botol Captikus

-Hukrim-4 views

Jurnal6
Kepolisian Republik Indonesia kembali menyasar knalpot bising. Ini buntut dari kerusuhan Buton, baru-baru ini. Tidak hanya itu, minuman keras (miras), senjata tajam (sajam) dan peemanisme, juga jadi sasaran.

Operasi ini, juga digelar di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Jajaran Polres Minsel melaksanakan Ops Cipkon dalam program Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

KKYD digelar pada Sabtu (8/6/2019) malam hingga Minggu (9/6/2019) dinihari. Operasi ini dilaksanakan oleh Piket Fungsi Polres Minsel dan 14 (empat belas) Polsek jajaran di wilayah hukum masing-masing.

“Sasaran KKYD yaitu miras, premanisme, sajam, mabuk, judi, asusila, knalpot bising, kejahatan jalanan, serta bentuk-bentuk penyakit masyarakat lainnya. KKYD ini dilakukan dengan menggelar razia stasioner serta patroli mobile,” terang Kabag Ops Polres Minsel, Kompol Syaiful Wachid.

Pada operasi tersebut, petugas berhasil menyita minuman keras yang dijual tanpa izin. Miras yang disita itu adalah captikus, minuman beralkohol khas Minahasa. “Ada 11 botol miras Cap Tikus yang diamankan saat kegiatan razia di warung-warung dan kios. Babuk ini disita oleh piket Polsek Amurang,” ungkap Syaiful.

Kendati operasi sudah beberapa kali dilaksanakan, namun pengguna knalpot bising di tanah air, masih banyak. Hampir tiap hari warga mengeluhkan adanya sepeda motor yang menggunakan knalpot bising. “Knalpot bising benar-benar sangat mengganggu. Kami sangat memohon agar pihak kepolisian menindak tegas para pengguna knalpot bising,” kata Ruddy Pelealu, warga Kota Manado.(rul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed