Sangihe, Jurnal6.com
Aktivitas vulkanik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami peningkatan signifikan. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Awu dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak Senin, 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Awu, Didi Wahyudi, saat dikonfirmasi Rabu (20/5/2026), menjelaskan bahwa peningkatan status dilakukan setelah terjadi lonjakan aktivitas kegempaan vulkanik sejak awal Mei 2026.
“Status Gunung Awu dinaikkan dari waspada menjadi siaga karena terjadi peningkatan kegempaan vulkanik yang cukup signifikan. Sejak tanggal 1 Mei hingga saat ini, aktivitas gempa vulkanik terus meningkat,” ujar Wahyudi.
Ia mengungkapkan, selama bulan Mei telah terjadi dua kali lonjakan jumlah gempa vulkanik secara drastis. Pada 4 Mei 2026 tercatat sebanyak 74 kali gempa vulkanik, sementara pada 19 Mei 2026 dalam satu hari tercatat mencapai 93 kali gempa vulkanik.
Menurutnya, peningkatan aktivitas tersebut menjadi dasar PVMBG menaikkan status Gunung Awu ke Level III atau Siaga.
Terkait langkah antisipasi, pihak Pos Pengamatan Gunung Api Awu telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui BPBD Sangihe terkait peningkatan status ini,” katanya.
Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG dengan tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.
“Untuk imbauan kepada masyarakat agar mengikuti rekomendasi yang sudah kami keluarkan, yaitu menjaga jarak aman di luar radius 4 kilometer dari pusat kawah,” jelas Wahyudi.
Sementara itu, pihak Pos Pengamatan Gunung Api Awu bersama PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Awu.
“Untuk aktivitas Gunung Awu terus kami pantau, khususnya perkembangan kegempaan yang terjadi. Pemantauan dilakukan untuk melihat apakah aktivitas vulkanik ke depan mengalami peningkatan atau justru menurun. Jika nantinya terindikasi terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas vulkanik, maka kemungkinan status gunung akan dinaikkan. Namun hingga saat ini, kami masih terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Awu,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tim dari Bandung dijadwalkan akan tiba di Pos Pengamatan Gunung Api Awu pada Kamis (21/5/2026) guna melakukan pemantauan dan evaluasi lebih lanjut terhadap aktivitas gunung tersebut. (Ady)







