Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa, Thungari-Bulahari Hadirkan Keceriaan di Kawio

Sangihe725 Dilihat

Sangihe, jurnal6.com

Di tengah suasana yang masih diwarnai kekhawatiran akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe berupaya menghadirkan kembali senyum dan keceriaan bagi anak-anak terdampak bencana.

Melalui kegiatan trauma healing yang digelar di Kampung Kawio, Kecamatan Marore, Kamis (11/6/2026), puluhan anak tampak kembali ceria setelah beberapa hari berada dalam situasi penuh kecemasan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke wilayah terdampak gempa. Selain menyalurkan bantuan dan meninjau kondisi masyarakat, rombongan juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis warga, terutama anak-anak.

Melalui Tim Kreatif Pemkab Sangihe yang dipimpin Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Veronika Maya Budiman, berbagai permainan edukatif, hiburan interaktif, serta sesi ice breaking disiapkan untuk membantu mengurangi trauma yang dialami anak-anak akibat bencana dan gempa susulan yang masih terjadi.

Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Anak-anak Kampung Kawio dengan penuh semangat mengikuti setiap permainan yang disuguhkan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah permainan goyang viral “Kicau Mania” yang berhasil mengundang gelak tawa dan sorak sorai peserta.

Suasana semakin hangat ketika Bupati Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kapolres Kepulauan Sangihe, dan Danlanal Tahuna turut berbaur bersama masyarakat dan mengikuti sejumlah permainan. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut memberikan semangat tersendiri bagi warga yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan logistik dan kebutuhan pokok, tetapi juga ingin memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak gempa,” ujar Kabag Prokopim, Veronika Maya Budiman.

Menurut Maya, keterlibatan langsung para pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi psikologis masyarakat pascabencana.

“Tidak hanya anak-anak yang terhibur, tetapi juga orang dewasa. Bahkan para pimpinan daerah ikut bergabung dalam berbagai permainan sehingga suasananya menjadi lebih akrab, hangat, dan menyenangkan,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Bupati Michael Thungari membagikan berbagai hadiah kepada anak-anak dan warga yang mengikuti permainan. Anak-anak menerima cokelat, sementara sejumlah ibu rumah tangga yang ikut berpartisipasi mendapatkan hadiah uang tunai.

Maya berharap kegiatan trauma healing tersebut dapat membantu mengurangi rasa takut dan trauma yang masih dirasakan masyarakat, terutama anak-anak, akibat gempa bumi yang melanda wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina itu.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak dapat kembali ceria, merasa aman, dan perlahan melupakan ketakutan yang mereka alami setelah bencana,” pungkasnya.

Trauma healing menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Sangihe dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui pendampingan psikologis guna mempercepat proses pemulihan mental dan sosial warga.(Ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *