Sangihe, jurnal6.com
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Yopi Thungari. Hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Alfried Limpong.
Bimtek menghadirkan narasumber Faradila Bachmid, S.Psi., M.Si., yang juga merupakan Duta Baca Provinsi Sulawesi Utara, serta Syafril Parasana, S.I.Kom., pegiat literasi Provinsi Sulawesi Utara.
Peserta Bimtek terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, serta pegiat literasi yang berasal dari berbagai instansi dan komunitas di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Alfried Limpong menjelaskan Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta mengenai literasi informasi, khususnya dalam penyajian dan penyebarluasan informasi maupun pengetahuan yang telah diolah kepada masyarakat dengan cara yang tepat, etis, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Bimbingan teknis ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti berbagai metode pembelajaran yang saling melengkapi, mulai dari ceramah, diskusi, tanya jawab hingga praktik langsung”, jelas Limpong.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Plt Asisten III Yopi Thungari menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang cerdas dan adaptif di era digital,” ujarnya.
Menurut Thungari, perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai sumber pengetahuan. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, serta berbagai konten yang dapat menyesatkan apabila tidak disikapi dengan kemampuan literasi yang memadai.
“Karena itu, literasi informasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus terus ditingkatkan. Kemampuan ini sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing suatu daerah,” katanya.
Ia menambahkan, bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang merupakan daerah kepulauan dan wilayah perbatasan, penguatan literasi informasi memiliki peran yang sangat strategis. Kemampuan masyarakat dalam mengakses, memilah, dan memanfaatkan informasi yang benar akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan publik, pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, hingga penguatan kehidupan demokrasi yang sehat.
Thungari juga menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat inovasi, dan pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan berbagai gagasan untuk kemajuan daerah.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Thungari menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar manfaat yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas dan aktivitas literasi di lingkungan masing-masing.
“Dengan memohon tuntunan dan berkat Tuhan Yang Maha Esa, Bimbingan Teknis Literasi Informasi Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Thungari. (Ady)







