WAKTU yang terus berjalan dengan cepat,mengharuskan siapa saja untuk bisa beradaptasi termasuk teknologi modern dengan segala dampaknya.
Fakultas Pertanian Unsrat sudah enam dekade berkiprah menciptakan SDM unggulan di sektor strategis pembangunan bangsa. Tidak heran jika Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU ASEAN Eng memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Faperta selama ini.
Apresiasi ini disampaikan rektor pada perayaan puncak Dies Natalis ke-66 Faperta Unsrat yang diawali dengan Sidang Terbuka Senat Faperta Unsrat di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikusumo, Selasa (26/5/2026).
Namun, Rektor mengingatkan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan menuntut kampus untuk keluar dari zona nyaman akademik dan memperkuat sinergi pentaheliks.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk memperkuat budaya akademik yang unggul, adaptif, dan kolaboratif. Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi,” tegas Rektor Berty Sompie.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif antara dosen, mahasiswa, pemerintah, dunia usaha, industri, komunitas, hingga alumni menjadi kunci utama agar riset pertanian di kampus dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Jadilah generasi muda pertanian yang kreatif, tangguh, dan mampu membawa sektor pertanian menjadi lebih maju, modern, dan membanggakan,” pesan Rektor.
Sidang senat terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Senat Prof Dr Ir Jantje Pelealu MS didampingi Sekretaris Senat Ir Teltje Koapaha MP, serta dihadiri oleh jajaran rektorat, pemerintah daerah, dan civitas akademika. Dalam laporan tahunannya, Dekan Faperta Unsrat Prof Ir Dedie Tooy MSi PhD membeberkan lompatan besar yang telah dicapai fakultas, salah satunya adalah pengakuan mutu manajemen di level internasional.
“Salah satu capaian penting adalah implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) secara menyeluruh di semua program studi. Fakultas juga patut bersyukur atas perolehan sertifikasi ISO 21001:2018,” ungkap Dedie Tooy saat membawakan laporan dekan untuk kelima kalinya tersebut.
Dedie menegaskan, sertifikasi internasional tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan komitmen nyata dalam memodernisasi tata kelola kampus.
“Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen fakultas dalam memberikan layanan yang efektif bagi pemangku kepentingan. Kiranya semangat Dies Natalis ke-66 ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama,” tambah Dedie.
Turut dihadir dalam kesempatan ini Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Jani Niclas Lukas SPi MSi yang datang mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.
Panitia yang berkolaborasi dengan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Faperta di bawah pimpinan Ir Rita Maya Tamuntuan, juga akan menggelar agenda akbar bertajuk ‘Back to Campus’.
Acara temu alumni lintas angkatan tersebut dijadwalkan akan menghentak halaman Gedung Dekanat Faperta Unsrat pada awal Juni 2026 mendatang.(*lla)







