Keluhan Pasien soal Kekosongan Obat, Ini Penjelasan Direktur RSD Liun Kendage Tahuna

Sangihe464 Dilihat

Sangihe, jurnal6.com

Kekosongan sejumlah obat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna belakangan ini dikeluhkan pasien dan keluarga. Mereka terpaksa membeli obat di luar rumah sakit karena tidak semua resep dapat dipenuhi oleh apotek rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSD Liun Kendage Tahuna, dr. Polideng Dalawir, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/4/2026), membenarkan bahwa ketersediaan obat saat ini memang belum mencapai 100 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan tanpa sebab. Rumah sakit wajib mengikuti ketentuan perundang-undangan dalam proses pengadaan obat, yakni melalui mekanisme e-purchasing atau e-katalog versi terbaru.

“Memang benar, persediaan obat belum 100 persen. Artinya, belum semua obat yang diresepkan dokter tersedia di apotek rumah sakit. Hal ini karena kami harus mengikuti aturan pengadaan melalui e-katalog,” jelas Dalawir.

Ia menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan ketersediaan obat. Pertama, tahun ini merupakan kali pertama RSD Liun Kendage Tahuna melakukan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai melalui sistem e-katalog. Hal ini membutuhkan proses penyesuaian dan komunikasi intensif dengan distributor agar produk dapat dibeli melalui sistem tersebut.

Kedua, mekanisme pengadaan melalui e-katalog memerlukan waktu yang lebih panjang dibandingkan metode pengadaan langsung, karena harus melalui tahapan sistem yang telah ditentukan.

Meski demikian, pihak rumah sakit telah melakukan berbagai langkah percepatan. Sejak Februari hingga April 2026, pemesanan obat terus dilakukan melalui e-katalog, dan secara bertahap barang mulai berdatangan.

“Sejak Februari, Maret hingga April kami sudah melakukan banyak pemesanan. Kemarin sudah ada yang tiba, hari ini juga ada, dan dalam beberapa hari ke depan akan terus berdatangan,” ujarnya.

Dalawir menegaskan, meskipun saat ini ketersediaan belum maksimal, pihak rumah sakit terus berupaya agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar, mengingat saat ini RSD Liun Kendage Tahuna masih berada dalam masa transisi pengadaan, termasuk untuk stok bahan medis habis pakai seperti has, kateter, dan lainnya.

“Kami mohon pengertian dari masyarakat. Ini masih masa transisi sejak Februari hingga April. Namun kami optimistis, paling lambat semester II atau mulai Juli, pengadaan sudah lebih stabil dan terkontrol,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah yang tengah dilakukan, manajemen rumah sakit berharap ke depan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal, sehingga pasien dapat memperoleh layanan yang lebih lengkap dan memuaskan di RSD Liun Kendage Tahuna. (Ady) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *