Sangihe, jurnal6.com
Kosentrasi Pemerintah Daerah demi meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Kepulauan Sangihe, dibuktikan dengan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit (RS) rujukan regional di Tahun 2022 yang terus dipacu.
Melalui pinjaman daerah Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dilakukan peletakan batu dasar pembangunan sejumlah fasilitas agar segera operasional.
Kepala Dinas Kesehatan daerah kepulauan Sangihe, dokter Handry Pasandaran ME saat dimintai tanggapannya di sela-sela peletakan batu dasar proyek pembangunan jalan keliling dan penataan Landscape mengatakan, percepatan penyelesaian rumah sakit rujukan regional akan mendukung pelayanan kesehatan di kedepan. Kehadiran Rumah Sakit tersebut dapat memfasilitasi layanan kesehatan bagi masyarakat dari tiga kabupaten yakni Sangihe, Sitaro dan kabupaten Talaud.
“Jadi salah satu pekerjaan pembangunan di tahun 2021 hingga 2022 yang dibiayai dari sumber pinjaman dana PEN itu adalah kegiatan pembangunan jalan masuk dan penataan Landscape di rumah sakit rujukan regional pada gedung yang baru di rumah sakit umum daerah Liunkendage Tahuna,” ungkap Pasandaran.
“Proyek ini sudah dilelang sejak tahun 2021 dan dilaksanakan kontrak pada akhir Februari 2022 dan sekarang sudah pada masa pekerjaannya dan Baru tadi pagi kita melaksanakan kegiatan peletakan batu dasar, setelah ditandatangani kontrak dilakukan pengecekan langsung di lapangan kemudian dilanjutkan kegiatannya peletakan batu dasar sebagai tanda dimulainya proses pembangunan jalan masuk dan penataan Landscape,” sambungnya.
Peletakkan batu dasar bangunan jalan keliling dan penataan Landscape dikerjakan selama 150 hari kalender dengan pihak penyedia jasa PT Altrako Utama Nusantara. selain berharap pekerjaan pembangunan selesai tepat waktu.
“Setelah selesai pembangunan sejumlah fasilitas pendukung termasuk lanjutan pembangunan gedung di Tahun 2022 ini dipastikan Rumah Sakit segera operasional di tahun 2023 mendatang,” pungkasnya.(Ady)








