Bobol Mahkota Gadis SMA, SS Diamankan Satreskrim Polres Sangihe

0
6957

Sangihe, jurnal6.com

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Sangihe. Kali ini pencabulan dilakukan pelaku SS alias San (28) warga Kampung Nagha Dua Kecamatan Tamako terhadap gadis yang masih dibawah umur sebut saja Bunga (16) yang masih duduk di bangku kelas XI disalah satu SMA di Tamako.

Dari informasi yang berhasil dirangkum media ini menyebutkan, peristiwa tersebut sudah terjadi sejak Bulan Maret 2021 dan berlanjut sampai pelaku akhirnya berhasil diamankan kepolisian. Dimana pelaku SS mencoba membawa kabur korban ke Manado yang dibantu dua rekannya yang saat ini juga sudah diamankan pihak Polsek Tamako, namun hal itu diketahui keluarga Korban dan langsung memberitahukan pihak keluarga di Manado. Dan atas bantuan keluarga korban dan pihak kepolisian Polres Sangihe yang saat itu juga dengan sigap meminta bantuan KP3 Manado, pelaku berhasil diamankan.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK Melalui Kanit I Reskrim, IPDA Roply Saribatian SH dikonfirmasi Rabu (06/10/2021)
.
“Jadi pada hari itu juga (Selasa,red) saat kapal dari Tahuna tiba di pelabuhan Manado, pelaku langsung diamankan pihak kepolisian di KP3 Manado. Dan pelaku langsung kita jemput dan bawa ke Polres Kepulauan Sangihe pada hari ini (Rabu,red). Selanjutnya pelaku langsung di BAP dan dilakukan penahanan atas laporan orang tua korban,” ungkap Saribatian.

“Atas pengakuan pelaku, bahwa korban sudah berulang kali disetubuhi yakni sejak bulan Maret. Dan pertama kali persetubuhan dilakukan dirumah korban, dan terakhir kalinya di sebuah kos-kosan di Kota Tahuna, pada Sabtu pekan lalu,”sambungnya.

Atas kejadian ini tegas Saribatian, pelaku akan dijerat pasal 81 ayat 2 dengan ancaman 15 Tahun Penjara.

“Atas perbuatan terlapor ini yang nantinya akan kita tetapkan sebagai tersangka ini, kami terapkan pasal 81 ayat 2 Undang undang 17 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang- undang tentang perubahan kedua undang undang 23 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun, minimal 5 Tahun,” tegasnya.

Sementara itu tersangka saat ditemui nampak menyesal atas perbuatannya. Namun kata SS itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Saya sudah katakan bahwa saya sudah punya istri tapi dia juga mau. Dan kami lakukan hubungan itu setiap kami bertemu. Saya bersalah dan menyesal, siap menerima sangsi karena sudah terjadi maka akan saya jalani,” pungkasnya. (Ady)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here