Amurang, Jurnal6
Pelanggan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali layangkan keluhan.
Kualitas air PDAM yang jauh sebagai sarana air minum adalah penyebabnya.
Dikeluhkan banyak pelanggan, air PDAM sering tidak jalan, berwarna coklat dan bahkan banyak lumpurnya.
Alhasil, air yang kekuar dari instalasi PDAM seringkali tidak bisa dimanfaatkan meskipun hanya untuk mencuci pakaian.
Salah satu pelanggan yang mengeluhkan layanan PDAM Minsel adalah tokoh pemekaran Kabupaten Minsel, Dicky Umpel.
Menurut Dicky, layanan PDAM Minsel sangat mengecewakan.
“Layanan PDAM Minsel jauh dari profesional. Saya sering kali mengalami, air PDAM tidak jalan. Kalaupun jalan, seringkali saya dapati airnya kotor dan ada lumpurnya,” kata Dicky Umpel, warga Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur.
Dicky pun berjanji tak akan bayar tagihan PDAM jika pelayanannya tidak diperbaiki.
“Tulis besar-besar, Dicky Umpel tidak mau bayar tagihan kalau airnya PDAM terus seperti ini kondisinya. Masakan saya harus bayar air kotor dan sering mati,” tegas Dicky.
Dicky Mengatakan, dia akan mulai membayar tagihan PDAM jika layanan air bersihnya sudah normal.
“Kalau layanannya sudah baik, air tidak lagi sering berwarna coklat dan mati-mati, segera datang menagih. Saya pasti bayar,” ujarnya.
Dia mengusulkan agar Bupati Minsel mengevaluasi para pimpinan di PDAM Minsel.
“Pak Bupati harus evaluasi manajemen PDAM Minsel. Cari tahu mengapa layanan PDAM seperti ini. Jika perlu, segera ganti pimpinan yang tidak mampu,” tegas Dicky Umpel.(csr)









