oleh

MJKS Akan ke Kejagung Minta Supervisi Kasus CSR Bank SulutGo

MANADO,JURNAL6.COM- Perkara pindahnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SulutGo (BSG) ke rekening salah seorang pejabat RSUD Kota Manado SM alias Sanil yang tengah ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado terkesan lamban.

Alhasil, akibat lambannya penanganan itu, LSM yang tergabung dalam Masyarakat Jejaring Anti Koruptor di Sulut (MJKS) yang terkenal galak, berani dalam melakukan pemberantasan koruptor di Sulawesi Utara akan ke kejagung meminta pihak Korps baju coklat untuk melakukan supervisi terhadap kasus CSR Bank SulutGo itu.

STA GINOSKO

Menurut Ketua (MJKS) Stenly Towoliu, kami sangat menyayangkan kasus yang sudah terang benderang namun masih jalan ditempat. Padahal pelakunya sendiri yakni oknum drg inisial SM nyata-nyata telah mengembalikan uang senilai Rp 650 juta yang awalnya dipindah bukukan kerekening pribadi.
“Dengan dalil atau alasan apapun, seharusnya penyidik tidak bisa mentolelir hal itu sebab jika tidak ketahuan pasti pelaku akan menikmati bunga dari uang tersebut.” koar Towoliu

Lebih jauh kata pria yang pertama kali melaporkan kasus Korupsi Pemecah Ombak di likupang ini sehingga menyeret beberapa oknum tersangka kejeruji besi, kami tegaskan lagi bahwa (MJKS) akan ke ke Jaggung untuk meminta dilakukan supervisi terkait kasus (CSR) dan ini akan kami buktikan secara transparan.

Pun penanganan perkara ini pun semakin kabur ketika Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado lalu tak pernah mau mengungkapkan tentang awal dimulainya proses penyelidikan dan nomor surat perintah penyelidikan. Dengan alasan pihak Kajari Manado yang mengaku tidak membawa data cukup. Bahkan pihak

Kajari Manado pun mengakui adanya keterlambatan dari pihaknya dalam penanganan perkara ini. Dan kekurangan sumber daya Jaksa menjadi dalih.

Diketahui, tahun 2019 lalu Bank SulutGo menyerahkan dana hibah CSR sebesar Rp 1,2 miliar ke Pemkot Manado untuk membantu pengembangan RSUD Gigi dan Mulut.

Namun, menurut penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado dari hasil penyelidikkan pada April 2020, sekisar Rp 650 juta dari Rp 1,2 miliar telah dipindahkan salah seorang oknum pejabat RSUD Manado ke rekening pribadinya

Selanjutnya, dana dititip sementara di rekening Dinas Kejari Manado di Bank BRI Cabang Manado. Sisanya sekisar Rp 550 juta hingga kini belum diketahui keberadaannya dan penggunaannya sehingga kasus inipun akan dibawah oleh LSM MJKS sampai ke Kejaksaan Agung.

(Rogam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed