oleh

Tungari Sebut Satu RS di Sangihe Klaster Baru Penyebaran Covid-19

-Sangihe-73 views

Sangihe, Jurnal6 – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam bulan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tercatat sudah ada 7 kasus baru di Bulan September 2020 ini. Empat di antaranya merupakan kontak erat dari pasien 19, yang sebelumnya meninggal akibat kasus probable dan beberapa hari kemudian hasil swabnya terkonfirmasi positif.

Hal ini menjadikan Kabupaten Kepulauan Sangihe telah ada transmisi lokal atau klaster penyebaran covid-19 dan Klaster ini dinamakan Klaster Rumah Sakit.Pasalnya, diketahui bahwa keempat orang pasien yang merupakan kontak erat pasien 19, merupakan pegawai atau petugas medis yang bekerja di salah satu Rumah Sakit (RS) di Sangihe.

Hal ini tak ditepis Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten KepulauanSangihe, dr Jopi Thungari kepada sejumlah wartawan.

“Dengan ini melihat perkembangan kasus covid-19 yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kita meyakini telah ada transmisi lokal dari seorang penderita ke orang lain. Dan kami mendapati penularan ini terjadi di satu tempat sehingga ada empat kasus bisa dikatakan satu klaster. Seluruh pekerja yang ada di tempat itu telah dilakukan swab, dan kita masih menunggu hasil,” katanya.

Dijelaskan juga olehnya, jika mengikuti protab yang ada, seharusnya tempat tersebut ditutup. Namun, dikarenakan tempat tersebut merupakan tempat pelayanan umum bagi masyarakat, sehingga hingga kini tempat itu masih dibuka.

“Seharusnya kalau sesuai protap tempat itu ditutup, tetapi kita tidak punya tempat lain. Jadi klasternya ini ditempat pelayanan umum, bahkan satu-satunya di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Maka diatur, bagi mereka yang reaktif maka diisolasikan, dan yang tidak tetap masuk kerja sambil protokol kesehatan tetap dijalankan juga,” ujarnya.

Didesak tentang sebutan untuk nama klaster tersebut, Jubir Gugus Tugas Kabupaten Kepulauan Sangihe ini tidak menyebutkannya, namun dirinya menyatakan bahwa penularan itu terjadi di rumah sakit dari pasien yang dirawat di sana.

“Jadi penularan itu terjadi di rumah sakit, dari pasien kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan kepada pasien tersebut,” ungkapnya seperti menyetujui penamaan Klaster Rumah Sakit dari yang disebutkanpara awak media.

Saat ini Sangihe telah memiliki 23 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan rincian empat sedang menjalani perawatan, dua meninggal serta 17 dinyatakan sembuh. Jumlah ini kemungkinan bisa saja bertambah, sebab Dinas Kesehatan masih menunggu hasil swab dari 20 orang kontak erat empat pekerja di rumah sakit tersebut.

“Jadi ada dua tenaga kesehatan, sisanya pegawai di sana. Kita juga telah melakukan swab kepada kontak erat empat orang tersebut, dan masih menunggu hasilnya. Sebelumnya kita juga sudah melakukan pengambilan swab, kepada pegawai rumah sakit dan kita sementara menunggu hasilnya,” pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Daerah Kepulauan Sangihe terhitung sejak 28 September di tutup untuk sementara waktu dikarenakan ada dugaan salah satu ASN terkonfirmasi positiv Covid-19 sebagaimana surat edaran dari Kepala Dinas Dukcapil Ratna Lombongadil SH untuk tidak melakukan kegiatan pelayanan langsung ke masyarakat atau tatap muka, hanya memberlakukan pelayanan lewat online. (Ady)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed