oleh

Kadis Kesehatan Ivan Marthen Sebut, Ketang Baru Bukan Kategori Cluster.

MANADO,JURNAL6.COM- Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kesehatan , mempertegas agar masyarakat jangan membangun opini negatif, terkait stigma cluster Ketang Baru ditengah pandemi Covid-19 yang terus melonjak di Kota Manado.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Dr Ivan Marthen, penyebutan cluster Ketang Baru belum bisa dibuktikan secara dini karena masih ada prosedur dan tahapan yang harus dilewati . Dan membangun opini negatif hanya dapat menimbulkan keresahan, bahkan sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat.

“Kami menghimbau ke masyarakat pada saat kondisi pandemi seperti ini, seharusnya kita bersikap tenang, baik dalam berucap maupun bermedia sosial serta jangan membangun stigma yang belum ada pembuktian yang akurat,” ucap Marthen.

Sementara itu, Hj Amir Liputo, salah satu Anggota Dewan Provinsi tatkala menyampaikan materi pada pertemuan lintas sektor dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk penanganan covid 19 Kecamatan Singkil- Tuminting, menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Manado lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mengakomodir penanganan konflik cluster Ketang Baru dengan melibatkan seluruh element masyarakat setempat sangat bagus dan patut diapresiasi positif.

“Pemahaman saya, ini kegiatan yang sangat baik, bagaimana penanganan covid-19 ini tidak mungkin hanya ditangani oleh pemerintah tapi perlu melibatkan masyarakat sekitar, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dari Kelurahan Ketang Baru dan Ternate Baru. Saya berharap apa yang sudah dibahas, apa yang sudah diputuskan menjadi motivasi bagi mereka semua untuk kedepan kedua Kelurahan ini bisa jadi pilot project untuk penanganan covid-19,” tegas Liputo.

Diapun menambahkan, terima kasih Pemerintah Kota Manado melalui Dinkes Manado yang sudah memfasilitasi, semoga badai pandemi ini cepat berlalu, masyarakat bisa lebih terbuka untuk menghadapi situasi Pandemi seperti ini.

Pada pertemuan tersebut, ada beberapa poin penting yang dibahas yakni, para tokoh agama dan masyarakat berperan aktif menjadi relawan mengkampanyekan melawan Stigma Covid, relawan yang hadir adalah tokoh masyarakat, tokoh agama yang akan mensosialisasikan dan membantu gugus tugas pemkot mencegah penyebaran penularan covid-19 dengan lakukan deteksi cepat lewat rapid test, relawan akan membantu proses evakuasi karantina yang disediakan pemerintah jika ditemukan reaktif, untuk memutus mata rantai penularan covid-19 yang lagi melonjak di Kota Manado.

(ONAl GAMPU )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed