oleh

Oknum Wakil Dekan FIB Unsrat Manado Dipolisikan, Polresta Manado Diminta Lebih Proaktif

-Manado-36 views

Manado, Jurnal6
Laporan Stanly Monoarfa, dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terhadap oknum Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya (FIB), belum ada titik terang. Hingga kini, laporan di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado itu masih pada tahap penyelidikan. Padahal, laporan tersebut sudah dilayangkan sejak 8 November 2019.

Menurut Monoarfa, semua bukti dugaan fitnah yang berakibat pembayaran sertifikasi dosennya (serdos) tidak dibayar, sudah diserahkan ke penyidik Polresta Manado. “Bukti-bukti sudah saya serahkan ke penyidik Polresta Manado. Dokumen yang dia tuduhkan saya palsukan, yaitu modul atau diktat, serta SK Panitia Dies Natalis yang dia tuduhkan bahwa nama saya dimasukkan sendiri, sudah saya serahkan. Ada juga bukti-bukti pendukung lainnya,” aku Monoarfa.

Namun, kata Monoarfa, hingga saat ini laporannya belum dibawa pada tahap gelar perkara. Padahal dia sangat berharap kasus ini segera selesai. “Sudah beberapa kali saya cek, informasi dari penyidik bahwa terlapor sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Harapan saya sih supaya laporan saya ini lebih dipercepat lagi prosesnya. Sebab, saat ini sudah akan memasuki bulan ketiga. Saya khawatir serdos saya masih akan bermasalah lagi,” ujar Monoarfa.

Dijelaskan Monoarfa, fitnah itu muncul saat dia mengecek dana sertifikasi dosen yang tak kunjung cair. Ketika dicek kepada terlapor, yang juga bertindak sebagai asesor, terlapor menuduh bahwa dia menciplak modul yang dimasukkan, serta SK panitia dies natalis tidak sah. “Saya keberatan dengan fitnah itu. Akibat fitnah itu, sertifikasi dosen saya tidak bisa dicairkan,” tandas Monoarfa.

Laporan Monoarfa tertuang dalam surat pengaduan Nomor STTLP/2315/XI/2019/SPKT/RESTA MDO, tanggal 8 November 2019.(rul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

News Feed