oleh

Waspada Tsunami, Tim PKM FMIPA Unsrat Sosialisasi Mitigasi Bencana di Desa Borgo

-Manado-7 views

Manado, Jurnal6
Bencana alam yang datang, siapapun tidak bisa mengelaknya. Namun manusia bisa berusaha untuk melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak jatuh korban. Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat melalui program kemitraan masyarakat (PKM) pada Rabu (28/8). Sosialisasi dilakukan lewat kegiatan sosialisasi ‘Kesiap-siagaan dan Mitigasi Bencana Tsunami’ di Desa Borgo Kabupaten Minahasa.

Ketua tim pelaksana PKM, Dr Gerald Tamuntuan MSi didampingi anggota tim, Guntur Pasau MSi  mengungkapkan jika Desa Borgo masuk pada wilayah berpotensi tsunami karena posisi geografisnya yang berhadapan dengan Laut Sulawesi dimana terdapat subduksi laut Sulawesi. “Gempa dangkal berkekuatan 7 SR bersumber di daerah subduksi tersebut sangat berpotensi tsunami dan berdasarkan hasil perhitungan gelombangnya dapat mencapai pantai Desa Borgo kurang dari 20 menit,” jelasnya.

Perencanaan dan strategi evakuasi disampaikan dalam sosialisasi ini agar masyarakat bisa secepat mungkin melakukan tindakan pencegahan dini. Tim PKM juga membuat peta zonasi bahaya tsunami untuk Desa Borgo, peta jalur evakuasi, serta rambu-rambu evakuasi. Bahkan tim  menyarankan agar pemerintah mencetak kedua peta tersebut dalam kalender yang dibagikan kepada masyarakat agar tersosialisasi dengan baik.

Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini yakni Penyebab Gempa Bumi dan Tsunami dibawakan oleh Guntur Pasau, S.Si., M.Si, Perencanaan dan Strategi Evakuasi oleh Dr Gerald Tamuntuan SSi MSi, dan pengenalan prinsip kedaruratan medik sederhana oleh Seni Tongkukut SSi M.Si. Peserta sosialisasi yakni masyarakat setempat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap bisa menambah pengetahuan khususnya dalam pencegahan bencana alam tsunami. “Terima kasih pada tim PKM, karena kami bisa menerima“materi yang sangat berharga. Pengetahuan dan strategi mitigasi tsunami merupakan hal yang sangat penting untuk meminimalisir korban bencana alam,” kata Kepala Desa Borgo, Temmy Rompas SPd.

Beberapa peralatan yang diserahkan bagi masyarakat antara lain head lamp dan megaphone merk Toa. Peralatan megaphone diberikan untuk mengantisipasi jika saat terjadi bencana terjadi pemadaman listrik, sehingga diperlukan alat pengeras suara yang bersumber dari batere. (lla)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed