oleh

Program Swasembada Bawang Putih di Modoinding kans Gagal, Importir Dinilai tak Serius

Amurang, Jurnal6
Target swasembada bawang putih Tahun 2021, terancam gagal. Itu dilihat dari tidak berhasilnya uji coba budidaya komoditi impor itu di Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Disinyalir, tidak seriusnya perusahaan importir dalam menyukseskan program itu, jadi pemantik.

Hal ini terungkap saat kunjungan wartawan Jurnal6.com di Modoinding, Selasa (12/3/2019). Menurut informasi sejumlah petani, hasil panen bawang putih di daerah mereka tidak maksimal. “Hasilnya kurang, ukurannya pun kecil-kecil, tidak seperti bawang putih yang dijual di pasar,” ungkap salah seorang petani bawang putih yang enggan namanya ditulis.

Hal yang sama diungkapkan Camat Modoinding, Harits Lokas. Menurut dia, ukuran bawang putih yang baru dipanen petani, tidak sesuai harapan. “Ukuran yang paling besar saja seperti ini (sambil menunjukkan ukuran bulatan jarinya, red). Mungkin varietasnya yang berbeda,” ujar Lokas.

Tidak hanya ukurannya yang kecil, namun lahan yang ditanami bawang putih tidak terlalu besar. Padahal, sesuai target, perusahaan importir akan memberikan anggaranpenanaman seluas 403 hektar.

“Lahan yang ditanami bawang putih tidak hanya di satu tempat. Ada di beberapa tempat. Kemungkinan belum mencapai 400 hektar, karena programnya bertahap,” terang Lokas.

Masalah pengembangan bawang putih di Modoinding, ternyata tidak hanya saat panen saja. Ternyata, saat pemberian bibit bawang putih, masalah sudah muncul. “Bibit bawang putih banyak yang busuk. Waktu kami memeriksa karungnya, terasa sudah lembek. Saat dibuka, ternyata bibitya banyak yang rusak,” aku salah satu staf Kantor Kecamatan Modoinding.

Tidak tercapainya target penanaman seluas 402 hektar dan hasilnya yang buruk, menimbulkan kecurigaan para petani. Banyak yang menduga, perusahaan importir tidak serius mendukung program Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia swasembada bawang putih Tahun 2021. “Kalau pihak perusahaan serius, mereka sudah bangun kantor untuk mendampingi petani bawang putih. Mungkin saja mereka tidak serius agar impor bawang putih tetap terjadi,” kata Jerry Lumenta, aktivis muda Minsel.

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan pencapaian swasembada bawang putih yang semula 2033 dipercepat menjadi tahun 2021. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong importir melakukan wajib tanam di beberapa wilayah.

Salah satu wilayah yang mendapat jatah wajib tanam adalah Minahasa Selatan. Tahun 2018, penanaman sudah dimulai. Lokasinya di atas lahan 90 hektar, dengan ketinggian 1.000 mdpl. Penanggungjawabnya adalah PT Citra Gemini Mulya.

“Kita harus optimis, karena dulu Indonesia pernah mengalami kejayaan bawang putih di era tahun 90an, di mana luas pertanaman mencapai 22 ribu hektar dengan produksi sebesar 153 ribu ton,” kata salah satu Dirjen di Kementan, saat panen jagung di Minsel, 2018 lalu.(rul mantik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed