oleh

Tak Ada Tanda-tanda Kehidupan, Basarnas Hentikan Pencarian 3 Nelayan Popareng

Amurang, Jurnal6
Pencarian 3 nelayan hilang, dihentikan. Habisnya waktu pencarian sesuai Standar Operasi Prosesur (SOP), penyebabnya. Peluang untuk menemukan nelayan asal Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menipis.

Menurut Maryoto, Koordinator Pos SAR Amurang, pencarian dihentikan setelah upaya kemanusiaan itu dilakukan selama 7 hari. “Tim SAR sudah melaksanakan pencarian selama 7 hari. Selama 7 hari itu, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan 3 orang nelayan yang dilaporkan hilang,” aku Maryoto, saat ditemui Jurnal6.com di Kantor Basarnas Amurang, Kamis (17/1/2019).

Pencarian, jelasnya, dilakukan di perairan Amurang hingga perairan Manado Tua. Pasalnya, informasi dari teman-teman nelayan korban, posisi terakhir 3 nelayan itu berada di perairan Manado Tua. “Sesuai informasi keluarga, posisi terakhir di wilayah Manado Tua. Jadi, pencarian selama 7 hari difokuskan di wilayah perairan Manado Tua,” ungkap Maryoto.

Ditambahkan Maryoto, pencarian bisa dilanjutkan ulang jika ada tanda-tanda kehidupan, atau informasi menduking lainnya. “Pencarian bisa dilanjutkan apabila ada tanda-tanda kehidupan yang bisa dibuktikan,” tandasnya.

Diakui Maryoto, Basarnas menerima laporan keluarga, setelah ketiga nelayan itu hilang selama 4 hari. Oleh sebab itu, pencarian baru mulai dilaksanakan pada 30 Desember 2018. Sebab, 3 orang nelayan itu hilang pada 27 Desember.

Seperti diketahui, 3 nelayan asal Kabupaten Minsel, hilang saat melaut. Ketiga nelayan itu yakni, Arter Winokan (24), Sisko Siow (25) dan Franky Kakotik (27).Hilangnya ketiga nelayan itu bermula ketika mereka melaut  dengan menggunakan perahu fiber jenis pelang dengan nama Emanuel. Mereka berlayar dengan 9 perahu lainnya pada 27 Desember 2018. Mereka menuju perairan Manado tua dengan posisi kira-kira 1°39’0.87″N-124°39’52.31″E.

Saat itu kondisi laut berombak tinggi disertai hujan dan angin kencang. Sembilan perahu akhirnya berhasil kembali ke Popareng. Sayangnya, perahu yang digunakan ketiga korban tidak sampai ke Popareng. Diduga, perahu yang mereka gunakan mengalami kecelakaan laut.(rul mantik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed