Manado, Jurnal6.com
Gadis yang jatuh di jembatan Ring Road Kairagi Manado, akhirnya meninggal dunia. Sempat dirawat di RS Hermina dan dirujuk ke RSUP Prof Kandouw Malalayang, namun nyawanya tak bisa ditolong.
Luka parah akibat terjatuh dari atas jembatan setinggi 15 meter itu membuat CAL, alias Claudya, menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Peristiwa Ring Road ini jadi heboh di media sosial. Banyak orang berspekulasi soal jatuhnya Claudya dari atas jembatan Ring Road.
Namun, dari dari cerita saksi mata yang hanya berjarak 3-5 meter dari korban, sepertinya korban mau buat konten atau memang sengaja menjatuhkan tubuhnya dari atas jembatan.
Dijelaskan saksi, saat itu dia bersama 2 orang gadis asal Ambon, jalan-jalan di Kota Manado. Lalu sampailah mereka di atas jembatan Ring Road untuk berswafoto sebagai kenang-kenangan.
Di lokasi ini ada Claudya yang hanya sendirian. Claudya pun meminta salah seorang gadis untuk memegang handphone-nya dan mengambil video.
Sementara saksi merekam, Claudya naik di atas pagar pembatas jembatan. Awalnya hanya satu kaki yang menyeberang pagar pembatas, kemudian diikuti kaki yang satunya.
Melihat gelagat yang aneh, saksi yang lain, yakni seorang pria berlari untuk menangkap korban agar tidak jatuh. Namun dalam hitungan detik Claudya jatuh ke bawah dan tergeletak di atas jalan aspal dari arah Winangun-Bandara.
Warga yang menyaksikan peristiwa itu langsung berlarian menuju tempat jatuhnya korban. Di atas aspal, Claudya masih bernafas namun kedua kakinya remuk, kepala luka tergores dan keluar sedikit darah di hidungnya.
Korban pun dibawah ke RS Hermina untuk mendapatkan perawatan. Karena lukanya parah, korban dirujuk ke RSUP Prof Kandouw Malalayang. Hanya beberapa jam dirawat intensif, korban akhirnya meninggal dunia.
“Saya tidak setuju dengan keputusan korban, namun secara manusia saya juga kasihan. Selamat jalan gadis cantik,” tulis netizen di akun media sosial.(jrl)









