Maruarar Sirait Beri Kuliah Umum Bagi Mahasiswa Unsrat

Manado612 Dilihat

AJAKAN untuk menjadi mahasiswa yang kritis, berani menyampaikan aspirasi disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dalam kuliah umum “Peran Perguruan Tinggi Dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan” yang digelar di Aula Rektorat, Sabtu (11/4/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen, Maruarar memberikan orasi yang menekankan pentingnya keberanian dalam memimpin dan melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa aturan hukum seharusnya menjadi jembatan untuk kesejahteraan, bukan penghalang bagi pemerintah untuk berbuat baik.

“Jangan niat kebaikannya yang diubah, tapi aturannya yang menghambat negara berbuat baik bagi rakyatnya yang harus diubah,” tegas Maruarar.

Ia mengaku pola pikir tersebut banyak ia pelajari dari gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pria yang akrab disapa Ara ini juga menantang civitas akademika Unsrat untuk tidak terjebak dalam zona nyaman atau sekadar melanjutkan tradisi yang sudah ada.

Ia mendorong lahirnya pemikir-pemikir cerdas yang mampu mengantisipasi perubahan zaman dengan inovasi yang produktif.

Sebagai penutup, Maruarar mengingatkan posisi pejabat publik sebagai pelayan masyarakat.

“Tugas saya bukan untuk menyenangkan birokrasi, tapi untuk menyenangkan masyarakat,” pungkasnya.

Kuliah umum ini diwarnai dengan sesi diskusi hangat, yang diharapkan mampu membakar semangat mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi Indonesia dari gerbang utara Pasifik.

Rektor Oktovian B A Sompie yang membuka kegiatan ini dengan penegasan bahwa kampus bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik.

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga punya tanggung jawab strategis membentuk karakter, integritas, dan semangat kebangsaan generasi muda,” tegasnya.

Ia berharap forum ini mampu memantik lahirnya ide-ide segar dari mahasiswa.

“Kami ingin dari kuliah umum ini lahir pemikiran kritis, inspirasi baru, dan semangat untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di Indonesia Timur,” tambahnya.(*lla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *