oleh

Ibu-ibu di Manado Mengeluh, Polri Panggil Produsen Minyak Goreng: Jangan Coba-coba Hambat Distribusi!

Jakarta, jurnal6.com

Harapan ibu-ibu rumah tangga di Indonesia agar polisi turun tangan mengatasi kelangkaan minyak goreng, tercapai.

STA GINOSKO

Saat ini pihak kepolisian sudah melakukan pengawasan ketat soal produksi dan distribusi minyak goreng di Indonesia.

Mulai langkanya minyak goreng di Indonesia, memantik reaksi keras Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Buntutnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri memanggil produsen minyak goreng se-Indonesia.

Pemanggilan sejumlah produsen minyak goreng itu sebagai langkah untuk mengawasi distribusi minyak goreng di seluruh Indonesia.

Tidak hanya dipanggil, namun Polri telah memeriksa data produksi dan penyaluran minyak goreng semua produsen di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, Polri juga akan melihat hasil dari pemanggilan dan pengawasan yang sementara dilaksanakan.

“Kami sudah mengawasi, dari mulai produksi, kami panggil beberapa produsen migor (minyak goreng) se-Indonesia, kita minta datanya, kita lihat hasilnya, dan setelah itu kita melihat kembali distribusinya kemana saja,” jelas Whisnu, Senin (21/2/2022).

Ditegaskan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri itu, Satgas Pangan akan melakukan pengawasan ketat agar distribusi minyak goreng tidak langka.

“Saya sampaikan untuk teman-teman ke pengusaha, jangan coba-coba lagi melakukan menghambat proses distribusi,” tandas Whisnu.

Dalam sepekan terakhir, terjadi kelangkaan minyak goreng di Indonesia. Tak terkecuali di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Setiap hari terdengar keluhan ibu-ibu rumah tangga soal kelangkaan minyak goreng. Mereka meminta pihak kepolisian untuk turun tangan memeriksa gudang-gudang penyimpanan minyak goreng milik distributor.

Dikhawatirkan, kelangkaan ini disebabkan adanya penimbunan atau ulah pengusaha tidak bertanggungjawab.

“Minyak goreng sangat langka. Saya sudah putar-putar di seluruh Indomaret dan Alfamaret di wilayah kami, minyak goreng kosong. Tolonglah pemerintah segera turun tangan,” kata Bevly Kelung, warga Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. (rul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed