oleh

LSM Anti Korupsi Sebut, Kuat Dugaan Ada “Kejanggalan” Penyaluran Dana Covid-19 Tahun Anggaran 2020

MANADO,JURNAL6.COM- Pemanfaatan sekira puluhan miliar dana penanganan Covid-19 tahun Anggaran 2020 oleh Pemerintah Kota Manado , mendapat kritikan pedas dari sejumlah LSM dan pemerhati pembangunan di Kota Manado.

Menurut Sekretaris LSM-DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Sulawesi Utara Drs Jefri Massie, lewat pengadaan barang dan jasa maupun dalam penyaluran dana Covid-19 kuat dugaan banyak kejanggalan. Oleh karena itu kami mendorong dan mendesak pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan bahkan penyidikan untuk diproses secara hukum jika ditemukan unsur Korupsi didalamnya. “Pemkot harus transparan lebih terperinci serta spesifik kepada publik misalnya, Pengadaan sembako terdiri dari apa saja dengan harga berapa, berapa banyak paket dan disalurkan kemana saja. Dan begitu juga pengadaan masker yang konon menelan anggaran dua miliar.” ucapnya.

STA GINOSKO

Lebih jauh katanya, harapan kami agar (BPK) yang sementara melakukan pemeriksaan, dapat memeriksa dan meneliti secara cermat agar hasil pemeriksaan benar benar kredibel.

“Semua ini anggaran Pemerintah Kota Manado yang harus ditransparankan kepada masyarakat,” pintah mantan Sekretaris Dispora Kota Manado ini.

Sementara itu Walikota Manado DR. GS Vicky Lumentut telah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2020 kepada Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, (8/3/2021) di Kantor Perwakilan BPK Sulawesi Utara.

Penyampaian LKPD Unaudited sendiri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 56 ayat 3 yang menyatakan Gubernur/ Bupati/ Walikota menyampaikan laporan keuangannya kepada BPK RI paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Ikut hadir mendampingi Walikota Manado, Wakil Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Bone, Sekretaris Daerah Kota Manado Micler Lakat SH,MH Inspektur Kota Manado Atto Bulo dan Kepala BKAD Jhonly Tamaka SE,Msi

Seperti diketahui di Kota Manado sendiri pertama kali ditemukan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada 14 Maret 2020, di Sulawesi Utara.

Dengan begitu Pemkot sudah menganggar kan dana untuk pencegahan penyebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut melalui Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jhonly Tamaka SE,MSi dengan terbuka menyampaikan dana khusus Covid-19 di Kota Manado.

“Untuk anggaran Covid-19 di Kota Manado dengan total Rp 96.981.462.815 dan yang sudah terealisasi berjumlah Rp 66.683.405.950,” pungkas Tamaka.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado Dr Marini Kapojos, selaku (KPA) Dinas Kesehatan sebagai salah satu instansi penyaluran Dana Covid-19 mengatakan, bahwa penyaluran dana Covid Dinas Kesehatan lewat Vaksinasi pada masyarakat sudah diperiksa oleh BPK-P . Dan saat ini sementara dalam tahapan pemeriksaan BPK.

“Tidak ada masalah sebab torang so diperiksa oleh BPK-P,” koar mantan

(Rogam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed