oleh

Potongan Tubuh Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Berserakan di Jalan

Makasar
Malang benar nasib terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makasar, Minggu (27/3/2021). Tubuhnya hancur dengan besaran potongan tak beraturan. Mirisnya lagi, potongan tubuhnya berserakan di jalanan.

Potongan tubuh terbesar berupa bagian badan, terpental belasan meter dari lokasi ledakan. Sedangkan potongan kakinya berada di samping sepeda motor yang digunakan terduga pelaku.

STA GINOSKO

Sementara, potongan-potongan kecil terpental cukup jauh dari titik ledakan. Banyaknya potongan tubuh yang terserak, membuat petugas kepolisian harus ekstra tegas mengeluarkan warga yang merekam di lokasi kejadian.

Beruntung, penjaga pagar yang menghalangi terduga teroris agar tidak masuk di dalam halaman gereja, selamat. Hanya saja ada beberapa luka robek dan lobang akibat serpihan bom.

Saat ini, tim Densus Antiteror sementara melakukan penyelidikan di lokasi ledakan.

Terduga Teroris Sempat Memaksa Masuk di Dalam Kawasan Gereja Tapi Dihalangi
Diberitakan sebelumnya, bom bunuh diri kembali guncang Nusantara. Kali ini sasaran pelaku adalah Gereja Katedral Makasar. Dipastikan ada korban jiwa yang jatuh.

Bom berdaya ledak mematikan itu meledak pada Pukul 10.28 Wita. Diduga, bom tersebut dibawa seseorang yang mengendarai sepeda motor.

Usai ledakan, warga menemukan beberapa potong tubuh. Salah satu potonga kaki diduga milik pelaku, terpental hingga dekat pagar.

Bunyi ledakan bom itu terdengar hingga lebih dari 1 kilometer. Banyak warga mengakui mendengar ledakan itu.

Menurut saksi yang berjaga di depan gereja, pelaku bom bunuh diri berusaha masuk ke melalui pagar depan Katedral.

“Pas di depan pagar saya tahan dia. Dia mau masuk,” penjaga yang juga terluka akibat serpihan bom itu.

Beruntung, pelaku tidak bisa masuk ke dalam. Dan akhirnya bom meledak di luar Katedral.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E Zulpan, membenarkan peristiwa itu.

“Iya, benar. Dari informasi yang saya terima memang ada yang meninggal dunia, tetapi jumlahnya belum diketahui,” ujarnya.

Menurut dia, Tim Densus Antiteror sudah menuju ke TKP untuk melakukan penyelidikan.(csr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed