oleh

TPA Sumompo Tidak Memenuhi Syarat, Gubernur Siapkan Lokasi TPA Regional di Ilo-Ilo

MANADO,JURNAL6.COM- Polemik sampah yang meresahkan warga Manado yang berserahkan di seantero badan jalan hingga menimbulkan bau busuk, mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Menurut sejumlah warga yang kedapatan membuang sampah di badan jalan, kami sangat berharap pada instansi teknis untuk segera merespon dan mengangkut sampah yang berserahkan dibadan jalan untuk dibuang ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.

STA GINOSKO

Menyikapi polemik ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Plt Yanti Putri SH, saat dimintai keterangan mengatakan, persoalan sampah ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kita tindak lanjuti. Sehingga perlu adanya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi, dilokasi TPA lahanya sudah tidak memadai disertai armada angkutan yang masih minim sehingga transportasi pengangkutan sampah harus dilakukan secara bertahap (antri) dilokasi tersebut.

“Banyak yang harus dibenahi termasuk regulasi yang ada . Dan khusus gaji pengangkut sampah , THL dan pemulung sudah terbayarkan,” pungkas wanita yang menjabat sebagai Kabag Hukum di Pemkot Manado ini.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, secara Arif dan bijaksana telah menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Mamitarang yang berlokasi di Ilo-Ilo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah di beberapa daerah terlebih yang ada di Kota Manado.

TPA Regional ini akan menampung sampah dari Manado, Minahasa Utara, Bitung dan Minahasa.

Gubernur Olly mengharapkan proyek yang menelan anggaran Rp124 miliar dari APBN pada tahap pertama ini bisa segera beroperasi.

“Pembangunan sudah 13 persen. Desember ini sudah bisa beroperasi. Sehingga dampak darurat sampah bisa tertangani,” tutur Gubernur Olly kepada sejumlah wartawan saat meninjau lokasi proyek TPA Regional Mamitarang.

Target waktu yang ditentukan tersebut akan secepatnya terealisasi jika sinergitas berjalan baik dan lancar.

“Konstuksinya seperti itu. Memang rencana sudah tapi ada hambatan dengan pemerintah setempat, artinya kepala daerah setempat baru jalan akhir 2020. Makanya perlu itu sinergitas agar permasalahan sampah di masyarakat bisa cepat teratasi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai ini optimisme pembangunan proyek TPA Regional Mamitarang berjalan sesuai target. Terlebih untuk pembebasan lahan di lokasi tidak ada masalah.

“Karena ini tanah milik pemerintah. Tidak ada gangguan tinggal teknis penyelesaian lebih cepat dilakukan,” harapnya.

“Tadi saya menerima laporan bahwa kondisi lahan banyak berbatu jadi ada sedikit terhambat. Saya minta full tenaga speed semua agar cepat terlaksana,” tukasnya.

Adapun tahap pertama ini disebutkan gubernur hanya untuk pembuangan sampah saja. Target pada tahap kedua akan dibuat tempat pengelolaan sampah.

“Dengan penampungan ini (bertahan) hampir lima tahun. Tapi kalau ada pengelolaan sampah. Dari Residu akan masuk ke penampungan ini sehingga manfaatnya bisa sampai 20 tahun,” jelasnya.

Dalam peninjauan ini, Gubernur Olly didampingi Sekdaprov Edwin Silangen, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Sulut Steve Kepel, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang Sulut Adolf Tamengkel dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Frangky Manumpil.

(Ronald Gampu )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed