Harga Cengkeh Terpuruk, BW Minta Pemerintah Carikan Solusi Terbaik

0
676

Jurnal6 manado – Merosotnya harga pasaran cengkeh saat ini sangat dirasakan para petani di Sulawesi Utara terutama di pusat sentra produksi seperti Minahasa dan Minahasa Selatan..
Harga pasaran di tingkat petani saat ini yang berkisar 47.000-50.000/ kg cengkeh kering dirasakan sangat membebani petani terutama untuk menutupi biaya produksi.
“Kami masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar segera mencari solusi cepat terkait permasalahan merosotnya harga cengkih, apalagi dimasa pandemi covid-19 ini, masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai petani cengkih sangat bergantung dari hasil panen cengkih. Hari ini juga adalah hari kemerdekaan republik Indonesia yang ke-75 tahun, tapi kami belum merasakan kemerdekaan disegi harga cengkih,” ujar Welly petani asal Sonder Minahasa.

Hal senada dikatakan Hanny Petani asal Minahasa Selatan yang mengaku saat ini terpaksa harus berbagi hasil 50-50 dengan pemetik agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih banyakl agi.
“ Untuk sewa pemetik saja kami harus mengeluarkan biaya antara 3000-4000/liternya, belum lagi untuk ongkos produsi lainya seperti angkutan dan lain-lain, ini sangat memberatkan kami , apalagi kebutuhan pokok juga naik. Kurang berbage 50-50 deng pemetik, pokoknya torang kurang terima bersih sampe kering dari pada rugi, “ aku-nya.
Menanggapi hal itu, Legislator Sulut Braien Waworuntu Senin (17/8/2020) mengatakan bahwa jeritan petani cengkeh harus disikapi serius pemerintah untuk dicarikan solusi dengan upaya-upaya strategis untuk memperbaiki harga pasaran.
“ Ini sudah sangat emergency, pemerintah harus segera berupaya mencari solusi terbaik mendengarkan keluhan dan jeritan petani, apalagi banyak petani yang membutuhkan biaya pendidikan bagi anak-anak mereka saat ini. Yang paling utama, pemerintah harus secepatnya mencari cara mengembalikan harga cengkih agar kembali normal,” pungkas BW (stem)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here