oleh

Ahok Kandidat Kepala Ibu Kota Negara Baru, Mujahidin 212 Ancam Demo

-Nasional-91 views

Jakarta, Jurnal6
Karir Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, kembali mentereng. Baru saja diangkat Menteri BUMN Erik Tohir sebagai Komisaris Pertamina, Ahok kembali digadang sebagai calon pemimpin Ibu Kota Negara Republik Indonesia, di Penajam, Kalimantan. Pernyataan ini disampaikan langsung Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Jokowi, sapaan akrab Presiden RI, Ahok masuk nominasi kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. “Kandidatnya ada banyak, yang namanya kandidat memang banyak, satu Pak Bambang Brodjo, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyono, empat Pak Azwar Anas,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, awal pekan ini.

Hampir dipastikan, pekan ini Jokowi sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang pemimpin Ibu Kota Baru. “”Jadi untuk Otoritas Ibu Kota Negara, ini memang kita akan segera menandatangani perpres di mana di situ ada CEO-nya, CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan, dan akan segera diputuskan insha allah dalam minggu ini,” terang Jokowi.

Masuknya Ahok sebagai kandidat kepala Ibu Kota Baru, memancing reaksi keras kelompok Mujahidin 212. Mereka menolak keras bakal ditunjuknya Ahok sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN). 

“Sebelum isu korupsi Ahok terselesaikan secara transparan kepada publik, kami nyatakan kami menolak Ahok tidak terbatas CEO IKN, melainkan juga termasuk minta agar Erick Thohir mencopot Ahok dari posisi Komisaris Pertamina,” kata Novel, seperti dilansir di laman Tempo.

Jika pun Ahok tetap dipilih Jokowi, kelompok 212 mengamcam akan melakukan demi. “Kalau sudah positif Ahok pasti didemo,” tegasnya.

Penolakan kelompok 212 terhadap Ahok, berbeda dengan pendapat sebagian besar warga Indonesia. Tidak sedikit yang setuju jika Ahok jadi Kepala Ibu Kota Negara yang baru. “Sangat setuju. Pak Ahok memiliki dedikasi, kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin Ibu Kota Negara. Jadi, kalau Jokowi memutuskan untuk memilih Ahok, kami warga Kalimantan sangat setuju,” kata Stella, warga Samarinda, Kalimantan.(jrl6)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed