112 Kali Sulut Diguncang Gempa, CEP Imbau Warga Waspada

0
185

Manado, Jurnal6
Jazirah Pulau Sulawesi paling Utara, bergoyang. Catatan BMKG, 112 kali gempa bumi goncang Nyiur Melambai. Beruntung, tak ada korban jiwa karena tertimpa bangunan.

Padahal, gempa terkuat 7,4 Magnitudo pada Kamis (14/11/2019) pukul 23:17 Wita, setara dengan gempa yang menelan lebih dari 5 ribu jiwa di Kota Palu. Menurut sejumlah kalangan, amannya warga Sulawesi Utara (Sulut) kendati diguncang gempa kuat, disebabkan anugerah Tuhan. “Kalau bukan Tuhan, warga Sulut pasti akan menderita akibat gempa,” kata Dolfie Mangindaan, pelaku budaya asal Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) pun angkat suara. Menurut bupati dua periode itu, pertolongan Tuhan sangat dirasakan warga Sulut. “Itulah anugerah Tuhan. Gempa 6,4 Magnitudo di daerah lain telah menelan ratusan bahkan ribuan korban jiwa. Namun di Sulut, tidak ada korban jiwa karena tertimpa bangunan. Memang, ada korban jiwa karena serangan jantung saat gempa,” terang CEP.

Menurut CEP, masih adanya ratusan gempa susulan, harus meningkatkan kewaspadaan. “Harus tetap waspada. Jika ada gempa, jauhi tepi pantai dan sungai, serta menjauh dari bangunan yang rapuh,” pinta CEP.

Tidak hanya mewaspadai tsunami dan gedung roboh, warga Sulut juga diminta untuk tidak menyebar informasi yang belum tentu benar. “Jangan cepat menyebarkan informasi yang membuat warga tambah panik, apalagi jika informasi itu tidak akurat. Dan satu hal yang tak kalah penting, jangan lupa untuk selalu berdoa,” pungkas CEP.(rulantik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here