Mongrel Family Sulut, Kelompok Pecinta Anjing Kampung Terbentuk

0
489

Manado, Jurnal6

Nyawa anjing kampung terus terancam. Bertambahnya penikmat daging anjing di Indonesia, jadi penyebab. Kasus penyiksaan dan pembunuhan anjing lokal pun terus terjadi.

Mengantisipasi peningkatan penyiksaan dan pembunuhan anjing kampung, muncul kelompok masyarakat pencinta hewan yang dekat dengan manusia itu. Nama kelompoknya adalah ‘Mongrel Family Sulut’.

Menurut Ferdinand Balantukang, pembentukan kelompok ini bertujuan untuk mengakhiri aksi pembantaian anjing kampung. “Kelompok kami berkomitmen untuk mengakhiri kasus penyiksaan dan pembunuhan anjing kampung. Tidak sedikit kasus penyiksaan sadis anjing kampung sebelum dikonsumsi. Cara pembunuhannya pun sangat mengerikan,” kata anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) itu.

Kelompok pencinta anjing kampung ini, jelas Edy, sapaan akrabnya, akan melaksanakan sejumlah kegiatan. Tujuannya untuk menyosialisasikan aksi untuk berhenti makan daging anjing. “Ada banyak kegiatan yang telah kami persiapkan. Tujuannnya untuk mengajak warga agar tidak lagi mengkonsumsi daging anjing,” paparnya.

Aksi itu jelasnya, menjadi komitmen seluruh anggota Mongrel Family Sulut, karena mereka menyadari bahwa anjing kampung memiliki rasa sakit yang sama dengan manusia saat dibantai. “Anjing kampung juga kan makhluk hidup. Bagaimana rasa sakit yang kita rasakan saat dipukul di kepala dan dibakar saat masih hidup, begitu juga yang dirasakan oleh ribuan anjing yang telah dibunuh dan dikonsumsi manusia,” terang pria murah senyum itu.

Hingga saat ini, kelompok pecinta anjing kampung sudah mencapai ratusan orang. Namun, menurut Edy, mereka terus membuka diri kepada warga Sulut yang ingin bergabung. “Kami selalu terbuka untuk semua warga Sulut yang memiliki visi yang sama dengan kami untuk melindungi anjing kampung dari pembantaian,” pungkasnya.(csr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here