Foto: Komisaris BSG, Jaclyn Koloay mengabadikan perjalanannya ke Israel di Jaffa Park, dengan latar belakang Kota Tel Aviv.
Manado, Jurnal6.com
Perjalanan rohani Komisaris Bank Sulut dan Gorontalo (BSG) Jaclyn Ivana Koloay, ke Israel, melalui Uni Emirat Arab (UEA), nyaris berujung petaka. Hanya selisih beberapa jam saat rombongan Jaclyn Koloay meninggalkan Israel, rudal-rudal hypersonic Fattah-1 dan Fattah-2 milik Iran menyasar Bandara Ben Gurion, di Israel, Sabtu (28/2/2026)
Tidak hanya lolos dari serangan rudal Iran di Israel, bandara transit Jaclyn Koloay, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, juga tak luput dari serangan rudal Iran.
Perbedaan waktu antara serangan rudal Iran dan saat pesawat yang ditumpangi Jaclyn Koloay dan rombongan tinggal landas di dua bandara itu hanya selisih beberapa jam saja.
Ratusan rudal Fattah-1 dan Fattah-2 menghujam langit Israel, dengan sasaran salah satunya adalah Bandara Ben Gurion, sesaat setelah pesawat yang ditumpangi Jaclyn Koloay lepas landas.
Pesawat itu kemudian tiba di Bandara Abu Dhabi UEA untuk transit. Sebab, dari Abu Dhabi, pesawat itu akan terbang langsung ke Jakarta.
Sama dengan kejadian di Bandara Ben Gurion, setelah beberapa saat pesawat tinggal landas, 1 rudal hypersonic Iran menghantam landasan pacu bandara tersebut.
“Memang, saat kami masih di Israel, sudah terdengar informasi bahwa akan ada perang. Jadi, kami yang telah mendapatkan jadwal keberangkatan di hari itu harus meninggalkan Israel,” aku Jaclyn Koloay.
“Dari informasi yang disampaikan, pesawat yang akan kami tumpangi adalah penerbangan terakhir. Setelah itu bandara Ben Gurion akan ditutup sampai batas waktu belum ditentukan,” imbuhnya.
Beruntung, pesawat yang ditumpangi Jaclyn Koloay, yang menggunakan bandara yang menjadi sasaran militer Iran, sudah meninggalkan bandara sebelum rudal Iran tiba di dua bandara itu.
“Ini cuma kemurahan Tuhan. Kalau kami boleh tiba di Indonesia dan tiba di rumah di Manado, semua cuma kemurahan Tuhan,” kata isteri tercinta dari Meyvo Rumengan ini.
Pada Sabtu malam, rombongan dari Israel ini tiba di Bandara Soekarno – Hatta Jakarta. Setelah istirahat sejenak, Jaclyn Koloay melanjutkan perjalanan kembali ke Manado dan tiba di Bandara Sam Ratulangi pada Minggu (1/3/2026) subuh.
Sementara itu, jenazah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dikabarkan ditemukan di bawah reruntuhan kompleks kediamannya di kawasan Teheran.
Jenazah Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleks dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Tubuh Khamenei ditemukan dengan luka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang hancur total.
Media Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada Minggu (1/3) dini hari.
Kabar tersebut juga diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui media sosial.
Foto jasad Khamenei dilaporkan telah diperlihatkan kepada Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Serangan yang menewaskan Khamenei disebut sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran.
Dalam operasi tersebut, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan sekira 900 serangan dalam kurun 12 jam.
Target serangan mencakup pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, serta gedung-gedung pemerintahan Iran.
Serangan balasan Iran, menyasar pangkalan militer Amerika di wilayah Timur Tengah. Rudal hypersonic ditembakkan untuk menghancurkan pangkalan militer Amerika.
Ratusan rudal juga diarahkan ke Israel. Sekira 200 rudal jelajah ditembakkan ke Israel. Informasi diperoleh, dari 200 rudal jelajah yang ditembakkan, sekira 32 rudal mencapai bangunan di Israel. Sebagian besar hancur diudara oleh rudal pertahanan Patriot dan Arrouw milik Israel.(jrl)








